MH370: Keluarga tak paham dan frustasi

  • 14 Maret 2014
Warga Malaysia
Warga menggelar doa di berbagai tempat bagi keselamatan penumpang MH370.

Jeya Manoharan sudah tujuh hari terakhir ini menunggu berita baik mengenai nasib adiknya yang berada dalam pesawat Malaysia Airlines MH370 dari Kuala Lumpur ke Beijing pada Sabtu lalu (08/03).

Penantian itu terasa lebih berat setiap hari dan hal itu dirasakan seluruh anggota keluarganya.

"Semua orang sedih dan semua orang tunggu berita yang baik," tutur Manoharan di Kuala Lumpur dalam wawancara lewat telepon, Jumat (14/03).

Selain sedih, Manoharan merasa frustasi.

"Frustasi sebab satu minggu pun belum ada jawaban," katanya.

Ia tidak habis pikir mengapa dengan kemajuan teknologi seperti sekarang dan dengan pengerahan sumber daya untuk operasi pencarian pesawat milik maskapai penerbangan Malaysia Airlines belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat yang mengangkut 239 orang, termasuk Chatherine Anne Daisy.

Teknologi canggih

Chatherine Anne Daisy adalah adik kandung Manoharan. Sang adik hendak menyusul suaminya yang ditugaskan oleh pemerintah Malaysia di Cina selama empat tahun terakhir.

"Kita pun tak bisa paham, pasal teknologi masa kini sudah canggih. Apa bantuan yang dia belum peroleh, kita belum tahu lagi," jelasnya kepada Rohmatin Bonasir.

Namun sebagai orang beragama, lanjutnya, ia dan keluarganya siap menerima kenyataan.

"Kita beragama kuat lah jadi walaupun berita buruk pun kita boleh terima, tapi kita sudah sedia terima berita yang buruk sekali. Tapi kita pun tidak putus harapan mungkin ada berita baik," kata Manoharan.

Beberapa warga Malaysia sebelumnya mengaku marah atas penanganan hilangnya pesawat milik maskapai nasional mereka.

Operasi pencarian pesawat semakin ditingkatkan di tengah kecaman internasional terhadap Malaysia. Belasan negara terlibat dalam pencarian, termasuk Indonesia, Vietnam, India dan Amerika Serikat.