Obama: AS akan bersama Ukraina

  • 13 Maret 2014
obama, ukraina
Obama mengatakan AS akan menolak hasil jajak pendapat Krimea.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyambut Perdana Menteri sementara Ukraina di Gedung Putih dan berjanji untuk "bersama Ukraina" dalam konflik mereka dengan Rusia.

Dia memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa komunitas internasional "terpaksa harus memberikan sanksi" jika Rusia tidak menarik pasukannya di Krimea.

Sebelumnya, para pemimpin G7 juga mengeluarkan ancaman yang sama.

PM Ukraina Arseniy Yatsenyuk - yang berbicara setelah bertemu Obama - mengatakan Ukraina "tidak akan menyerah" kepada Rusia.

"Sangat tidak bisa diterima, bahwa kaki Rusia berada di tanah Ukraina pada abad ke 21, ini melanggar kesepakatan dan hukum internasional," katanya.

Rusia di Krimea
Ribuan pasukan Rusia dikerahkan ke Krimea

Referendum Krimea

Keberatan diplomatik terhadap tindakan Moskow ini datang menjelang jajak pendapat pada Minggu (16/03) di Krimea, di mana warga akan ditanya apakah mereka ingin bersama Ukraina atau bergabung dengan Rusia.

Militer Rusia dan sejumlah kelompok bersenjata pro-Rusia menduduki tempat-tempat utama di Krimea - daerah otonom Ukraina yang penduduknya mayoritas etnis Rusia - pada akhir Februari setelah jatuhnya Presiden Viktor Yanukovych.

Presiden Obama mengatakan pendapat AS sudah "sangat jelas bahwa kita menganggap tindakan Rusia di Krimea yang berada di luar batas merupakan pelanggaran hukum internasional".

"Kami telah sangat tegas dengan mengatakan kita akan berdiri dengan Ukraina dan orang-orang Ukraina dalam memastikan bahwa integritas teritorial dan kedaulatan dipertahankan," tambahnya.