Dituduh memihak Muslim Rohingya, MSF diminta berhenti

  • 28 Februari 2014
Rakhine
Sejumlah kekerasan antara komunitas Rohingya dan Buddha terjadi di Rakhine.

Badan amal medis, Medecins Sans Frontieres, mengatakan mereka diperintahkan untuk menghentikan semua aktivitas di Myanmar.

MSF mengatakan sangat terkejut atas keputusan itu dan akan sangat berdampak pada lebih dari 30.000 pasien HIV/AIDS dan juga TBC.

Pemerintah Myanmar mengatakan perintah menghentikan operasi di negara bagian Rakhine itu karena dituduh memihak terhadap kelompok minoritas Muslim Rohingya.

MSF membantu melayani fasilitas kesehatan untuk puluhan ribu orang di kamp pengungsi di tengah kekerasan yang masih terus terjadi antara mayoritas Buddha dan penduduk Muslim.

MSF adalah salah satu penyedia layanan kesehatan terbesar di Rakhine.

Sejumlah kekerasan terjadi di negara bagian Rakhine - yang terletak di Myanmar barat- dengan sasaran warga Rohingnya sejak Juni 2012.

Pemicu perintah penghentian operasi

Puluhan ribu warga Rohingnya melarikan diri dari rumah-rumah mereka akibat kekerasan ini dan tinggal di kamp-kamp sementara.

Pemerintah Myanmar mengatakan MSF mendahulukan perawatan untuk komunitas Rohingya daripada komunitas Buddha.

MSF merupakan satu dari hanya segelintir badan bantuan yang memberikan bantuan untuk Rohingnya yang seringkali ditolak masuk klinik dan rumah sakit, kata wartawan BBC Jonah Fisher.

Bulan lalu, MSF mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan mereka merawat warga Muslim yang diduga korban pembantaian di dekat perbatasan Bangladesh, kata Fisher.

Penyelidikan pemerintah menyebutkan mereka tidak menemukan adanya korban.

Kasus inilah yang diduga sebagai pemicu perintah penghentian operasi MSF ini, kata Jonah Fisher.

Berita terkait