Militer Thailand 'tak akan' mencampuri krisis politik

  • 24 Februari 2014
Pasukan Thailand
Tentara dikerahkan untuk memperkuat polisi dalam mengamankan demonstrasi di Bangkok.

Kepala Angkatan Bersenjata Thailand menegaskan militer tidak mempunyai rencana untuk turun tangan dalam krisis politik yang sedang terjadi meskipun kekerasan memburuk.

Penegasan itu disampaikan oleh Jenderal Prayuth Chan-ocha dalam pidato televisi hari ini (24/02).

"Seseorang harus bertanggungjawab tetapi bukan berarti tentara dapat turun tangan tanpa bekerja atas dasar kerangka hukum," kata Jenderal Prayuth Chan-ocha.

Ia menyebut krisis yang terjadi sekarang lebih serius dibanding keadaan empat tahun lalu ketika tentara mengerahkan kekuatan untuk membubarkan kelompok Baju Merah, pendukung pemerintah saat ini. Penumpasan demonstran saat itu menewaskan 90 orang.

"Bagaimana kita bisa yakin bila kita mengerahkan tentara maka situasi akan kembali damai," tuturnya.

Menurutnya, krisis politik di Thailand melibatkan banyak kelompok dan sulit mengetahui siapa yang menjadi anggota kelompok satu dan lainnya.

Komentar Jenderal Prayuth Chan-ocha disampaikan setelah dua serangan bersenjata terhadap pengunjuk rasa menewaskan empat orang selama akhir pekan.

Militer secara umum dianggap menaruh simpati kepada pemrotes, yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Yingluck Shinawatra sejak tahun lalu.

Berita terkait