PM Thailand sanggah dakwaan korupsi terkait beras

  • 20 Februari 2014
Pengunjuk rasa mengepung kantor bisnis usaha keluarga Shinawatra
Yingluck mengatakan ia tidak bertanggung jawab atas penerapkan skema subsidi beras.

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mengeluarkan pernyataan berisi sanggahan dakwaan korupsi terkait penerapkan skema pembelian beras dari para petani.

Yingluck yang berusaha menghindari pengunjuk rasa yang mengepung gedung-gedung pemerintah dalam beberapa hari terakhir, mengatakan ia bertanggung jawab atas kebijakan itu.

Tetapi ia mengatakan tidak bertanggung jawab atas pelaksanaan skema subsidi beras itu.

Para petani juga ikut melakukan unjuk rasa menuntut pembayaran pemerintah yang tertunda.

Komisi antikorupsi mengangkat dakwaan itu di tengah tuntutan pengunjuk rasa agar pemerintah mengundurkan diri.

Aksi demo berlanjut

Penentang Yingluck, sebagian besar di Bangkok dan Thailand selatan, mengatakan pemerintah dikontrol oleh abang Yingluck, Thaksin Shinawatra, perdana menteri yang digulingkan.

Thaksin mendapatkan dukungan kuat di daerah pedesaan Thailand utara.

Pengunjuk rasa antipemerintah melanjutkan demonstrasi menuntut Yingluck mundur dengan memblokade kantor-kantor bisnis keluarganya, kata wartawan BBC di Bangkok, Jonathan Head.

Yingluck sendiri menuduh komisi antikorupsi terburu-buru melakukan penyelidikan dan mengeluarkan dakwaan dengan apa yang ia katakan berpihak kepada mereka yang ingin menggulingkan pemerintah.

Anggota partai Yingluck lain menuduh badan-badan negara juga berpihak.

Wartawan BBC Jonathan Head mengatakan para penentang percaya dengan terus melakukan tekanan dan mengangkat kasus hukum, Yingluck pada akhirnya akan mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin sementara.