BBC navigation

India jelaskan kematian pekerja di Qatar

Terbaru  19 Februari 2014 - 22:04 WIB
Pekerja migran

Ratusan pekerja migran dari Nepal dan India dilaporkan tewas dalam dua tahun ini.

Pemerintah India mengatakan kematian ratusan tenaga India di Qatar dalam dua tahun terakhir karena sebab-sebab alamiah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Syed Akbaruddin, kepada BBC mengatakan warga India merupakan salah satu komunitas terbesar di Qatar dan kematian yang dicatat setiap tahun relatif konstan.

"Data kematian selama lima tahun terakhir kurang lebih tidak berubah," kata Akbaruddin.

Ia menambahkan tidak ada sebab-sebab khusus dari kematian pekerja migran India di Qatar.

"Kami mengikuti perkembangan dengan seksama. Kami sudah mengontak Komisi Hak Asasi Manusia Qatar dan mereka sudah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kondisi kerja di negara tersebut," katanya.

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebagian besar kematian ini karena sebab-sebab alamiah," tegas Akbaruddin.

Tenaga kerja Nepal

Akbaruddin mengeluarkan pernyataan ini setelah beberapa media memberitakan bahwa Klik lebih 500 pekerja migran India meninggal di Qatar sejak awal 2012.

Kementerian Tenaga Kerja Qatar mengatakan angka tersebut besar kemungkinan mencakup kematian akibat sebab-sebab alamiah dan kecelakaan lalu lintas.

Muncul juga laporan bahwa 185 pekerja konstruksi asal Nepal tewas di tempat kerja di Qatar tahun lalu.

Organisasi HAM Amnesty International pada November 2013 mengatakan kondisi kerja buruh migran di Qatar sangat buruk yang membuat sejumlah pihak mendesak pemerintah Qatar mengatasi persoalan ini.

Qatar saat ini tengah merampungkan berbagai proyek Piala Dunia 2022 dan beberapa waktu lalu sudah mengeluarkan Klik peraturan tentang pekerja asing.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.