BBC navigation

Polisi dan demonstran bentrok di Bangkok

Terbaru  18 Februari 2014 - 17:17 WIB
polisi

Sejumlah laporan mengatakan lebih dari 40 orang cedera

Polisi Thailand berhadapan dengan pengunjuk rasa di pusat kota Bangkok (17/02), sejumlah orang terluka dan satu orang polisi dilaporkan tewas.

Polisi mencoba merebut kembali sejumlah gedung-gedung penting yang telah diblokir oleh para Klik demonstran.

Sebelumnya pada hari Selasa, mereka menangkap sekitar 100 orang demonstran di luar gedung kementerian.

Thailand terlibat krisis politik antipemerintah yang dimulai sejak bulan November.

Para demonstran telah menduduki sejumlah tempat-tempat penting selama beberapa bulan terakhir, menyerukan pemerintah untuk mundur. Pemerintah mengumumkan ingin merebut kembali gedung-gedung yang terkepung minggu ini.

Kantor perdana menteri menjadi fokus para demonstran. Mereka berkumpul di luar gedung pada hari Senin, menyemen gerbang untuk mencegah para pegawai yang kembali bekerja.

Negosiasi

"Satu-satunya musuh rakyat adalah Thaksin"

Suthep Thaugsuban

Selasa pagi, polisi memulai negosiasi dengan pengunjuk rasa, yang selama beberapa hari terakhir datang dalam jumlah besar.

Kekerasan meletus di salah satu bagian pusat kota Bangkok. Seorang polisi ditembak mati, kata polisi. Suara tembakan terdengar di ibukota, meskipun tidak jelas siapa yang menembak.

Bagian gawat darurat di kota Erawan mengatakan, lebih dari 40 orang terluka, meski tidak ada laporan gangguan antara polisi dan pengunjuk rasa.

Laporan lain menyebutkan seorang polisi terluka terkena pecahan bom.

Di tempat lain, polisi merebut kembali gedung Kementerian Energi dengan tertangkapnya 100 pengunjuk rasa.

Sampai saat ini, polisi enggan menggunakan kekuatan untuk melawan demonstran. Mereka sebelumnya mengijinkan demonstran memasuki gedung pemerintah untuk meredakan ketegangan.

thailand

Pengunjuk rasa ingin PM Yingluck mundur

'Musuh rakyat'

Pengunjuk rasa antipemerintah ingin Perdana Menteri Yingluck Shinawatra Klik mundur, karena menduga ia dikendalikan oleh kakaknya, mantan pemimpin Thaksin Shinawatra, yang saat ini sedang dalam pengasingan.

Mereka ingin pemerintahannya digantikan oleh "dewan rakyat" yang tidak terpilih untuk mereformasi sistem politik.

Pada hari Selasa, pimpinan demonstran dan mantan politisi oposisi Suthep Thaugsuban mengatakan kepada polisi bahwa, "Kami tidak berjuang untuk mendapatkan kekuasaan untuk diri kita sendiri."

"Gerakan reformasi ini bermanfaat untuk anak-anak dan cucu kita juga. Satu-satunya musuh rakyat adalah rezim Thaksin."

Yingluck memimpin pemerintahan yang menang dalam pemilu tahun 2011 dengan dukungan luas dari daerah pedesaan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.