BBC navigation

Menlu AS desak atasi perubahan iklim

Terbaru  16 Februari 2014 - 08:56 WIB
Jakarta

Menlu AS sampaikan pidato tentang dampak emisi gas terhadap kota seperti Jakarta.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan menyampaikan pidato yang mendesak komunitas global untuk melakukan aksi mengatasi perubahan iklim, dalam kunjungannya ke Indonesia.

Kerry akan menekankan bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan perubahan iklim tak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga ekonomi dunia.

Menlu AS akan menyampaikan desakannya di Jakarta, pada Minggu (16/02), sebagai bagian dari kunjungan regional.

AS, bersama Cina, merupakan negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia.

Pada Sabtu, kedua negara mengeluarkan pernyataan bersama yang menjanjikan untuk melakukan sesuatu untuk mengurangi karbon dioksida.

Langkah-langkah yang akan dilakukan, termasuk menurunkan emisi kendaraan dan meningkatkan efesiensi energi pada gedung-gedung bertingkat.

Dalam pidato di Jakarta, Kerry akan menekankan dampak perubahan iklim terhadap negara-negara Asia.

Tak ada pilihan untuk mundur

"Menlu Kerry akan menyampaikan desakan dan data ilmiah yang tidak dapat dibantah mengenai tantangan ini, yang mendorong planet ini untuk maju kedepan, dan tidak ada pilihan untuk mundur," menurut pernyataan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS.

Wartawan BBC di Washington, Kim Ghattas melaporkan Kerry ingin membantu menengahi perjanjian iklim global pada 2015 yang akan mengikat AS dan negara-negara lain untuk mengurangi bahan bakar fosil.

John Kerry

AS dan Cina telah mengeluarkan pernyataan bersama untuk atasi perubahan iklim

Pertemuan yang akan digelar di Paris tahun depan itu bertujuan untuk mencapai kesepakatan iklim internasional yang baru untuk menggantikan Protokol Kyoto yang akan berakhir 2020. AS tak pernah meratifikasi kesepakatan Kyoto, sejak 1997.

Organisasi lingkungan mengkritik Presiden Barack Obama karena tidak melakukan sesuatu untuk mengurangi emisi karbon dioksida.

Sabtu lalu, AS dan Cina mengatakan akan melakukan "kolaborasi melalui peningkatan dialog kebijakan, termasuk berbagi informasi yang berkaitan dengan rencana masing-masing negara pasca 2020 untuk mengurangi emisi hgas rumah kaca."

Kerry yang memulai kunjungannya ke Korea Selatan pada Kamis (13/02), tiba di Indonesia pada Sabtu, setelah mengunjungi Cina.

Kunjungan Menlu AS ke beberapa negara ini merupakan bagian dari kebijakan "poros Asia' Presiden Obama yang dimulai pada 2012 lalu. Kebijakan luar negeri ini memberikan perhatian lebih kepada Asia dibandingkan Eropa dan Timur Tengah.

Tahun lalu, sebuah laporan Panel Antarpemerintah Tentang Perubahan Iklim PBB IPCC menyatakan Klik 95% yakin manusia adalah penyebab utama pemanasan global sejak 1950an.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.