Oposisi Suriah: Perundingan tidak ada gunanya

  • 14 Februari 2014
Warga Suriah di tengah reruntuhan di Aleppo
Warga di tengah reruntuhan di Aleppo setelah serangan yang dilaporkan dilakukan pasukan pemerintah.

Juru bicara delegasi oposisi Suriah dalam perundingan perdamaian yang disponsori PBB di Jenewa mengatakan tidak ada gunanya melanjutkan perundingan dengan delegasi pemerintah yang sekarang.

Dalam jumpa pers di Jenewa, Jumat ini (14/02), Louai Al-Safi mengatakan delegasi pemerintah tidak fleksibel dan menolak saran-saran yang ditawarkan oposisi.

Di antara tawaran oposisi itu adalah pembentukan badan pemerintahan sementara.

"Rezim belum menyampaikan proposal mengenai transisi ke praktek demokrasi untuk melangkah dari kediktatoran, dari pertumpahan darah, dari pemaksaan orang-orang yang berkuasa kepada penduduk," kata Louai Al-Safi.

Namun Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad, mengatakan usulan pembentukan badan pemerintan transisi itu mungkin saja dilakukan bila oposisi menyatakan komitmen untuk turut memerangi terorisme.

"Saya pikir mereka yang tidak memberi peluang bagi pembicaraan dan kesepakatan mengenai pemberantasan terorisme jelas bukan rakyat Suriah dan bertentangan dengan keinginan dan aspirasi rakyat Suriah," jelas Mekdad.

Perundingan antara pemerintah dan oposisi Suriah dilanjutkan Senin lalu dan kini menemui jalan buntu.

Rusia, sekutu utama Presiden Suriah Bashar Al-Assad, mengatakan perundingan seharusnya tidak semata-mata dipusatkan pada periode peralihan.

Berita terkait