BBC navigation

PBB kecam serangan pengiriman bantuan

Terbaru  9 Februari 2014 - 16:40 WIB
Homs

Pengiriman bantuan ke Homs tetap dilanjutkan meski ada serangan

Kepala misi kemanusiaan PBB Valerie Amos mengatakan serangan senjata yang terjadi pada Sabtu (08/02) mempengaruhi pengiriman bantuan dari PBB dan lembaga bantuan lain ke kota Homs, Suriah.

Baroness Amos mengatakan dia merasa sedih mengetahui pengiriman bantuan ke bagian kota lama Homs telah tergangu.

Peristiwa tersebut merupakan "sebuah peringatan bahaya yang dihadapi setiap hari oleh masyarakat sipil dan pekerja kemanusiaan di seluruh Suriah".

Dia mengatakan PBB akan melakukan "yang terbaik yang kami bisa" tetapi membutuhkan "jaminan keselamatan".

Konvoi bantuan mendapat serangan mortir dan tembakan senjata ketika meninggalkan Homs pada Sabtu lalu, padahal gencatan senjata telah diberlakukan selama tiga hari selama pengiriman bantuan dilakukan.

Klik Otoritas Suriah menuduh pasukan pemberontak melakukan serangan tersebut. Sementara pemberontak menyatakan pasukan Presiden Bashar al-Assad yang melancarkan serangan.

Kecewa

"Saya sangat kecewa gencatan senjata kemanusiaan dilanggar hari ini di Homs," kata Baroness Amos melalui akun Twitternya.

Dia mengecam tindakan yang secara sengaja menjadikan pekerja kemanusiaan sebagai target serangan.

"PBB (dan) mitra kemanusiaannya tidak akan goyah melakukan upaya yang terbaik untuk memberikan bantuan penting kepada masyarakat, tetapi mereka butuh jaminan keselamatan untuk konvoi bantuan.

Amos

Baroness Amos mengaku sedih pengiriman bantuan ke Homs terganggu.

"Saya menyerukan kembali kepada pihak yang terkait konflik yang kejam ini untuk menghormati gencatan senjata untuk kemanusiaan, memastikan perlindungan masyarakat sipil dan memfasilitasi keselamatan pengiriman bantuan."

Bulan Sabit Merah Arab Suriah, mengatakan bahwa salah satu dari pengemudinya terluka ketika mortir mendarat di dekat iring-iringan kendaraan mereka dan truk mereka juga ditembak.

Tujuh pekerja Bulan Sabit Merah dan tim PBB, ditembaki ketika berada di Kota Lama Homs selama beberapa jam.

Bulan Sabit Merah, bergabung dengan operasi PBB, berupaya mengirimkan bantuan makanan, air, dan medis bagi 3.000 warga sipil yang berada di wilayah yang dikuasai pemberontak.

Klik Lebih dari 80 anak-anak, perempuan dan orangtua dievakuasi pada Jumat (07/02) lalu, di hari pertama pengiriman bantuan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.