Sri Lanka kecam kejahatan perang dibawa ke PBB

  • 4 Februari 2014
Warga Tamil memberikan rincian anggota keluarga mereka yang hilang
Komite khusus menyelidiki hilangnya warga Tamil selama perang saudara.

Upaya mengangkat masalah kejahatan perang Sri Lanka dalam sidang Dewan HAM PBB dikritik keras oleh Presiden Mahinda Rajapaksa.

Kejahatan perang yang dimaksud ini berkaitan dengan tindakan pemerintah selama bulan-bulan terakhir perang saudara yang berakhir 2009.

Dalam pidato Hari Kemerdekaan pada 4 Februari, Presiden Rajapaksa mengatakan ia memandang berbagai usaha untuk membawa tuduhan tersebut ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB merupakan kemenangan bagi pihak-pihak yang menentang perdamaian.

"Saya memandang ini sebagai upaya menimbulkan ketakutan bagi bangsa-bangsa yang berusaha menegakkan kedaulatan, kebebasan dan perdamaian. Apakah itu dasar bagi perdamaian atau keadilan. Bukan, ini bukan permainan adil," tegas presiden Sri Lanka.

Ia menambahkan pemerintah tidak akan ketakutan dalam keadaan apapun.

Pernyataan presiden dikeluarkan setelah seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan akan mengajukan resolusi PBB atas Sri Lanka dalam sidang Maret mendatang.

Amerika Serikat telah mengatakan merasa frustrasi karena Sri Lanka tidak banyak mencapai kemajuan rekonsiliasi setelah perang.

Sejumlah kelompok HAM mengatakan puluhan ribu orang tewas ketika pasukan keamanan melancarkan serangan terakhir melawan pemberontak Harimau Tamil.

Berita terkait