Pemrotes coba ganggu penyaluran surat suara

  • 31 Januari 2014
Petugas membuka penghalang jalan
Sebagian jalan di Bangkok dijaga oleh kelompok antipemerintah dengan memasang penghalang.

Pengunjuk rasa antipemerintah di Thailand mulai memblokade berbagai kantor sebagai upaya mengganggu pelaksanaan pemilihan umum yang akan digelar pada hari Minggu (02/02).

Mereka mengepung sejumlah kantor di ibukota Bangkok dan juga di Thailand selatan untuk mencegah petugas menyalurkan kertas pemungutan suara ke tempat-tempat pemungutan suara.

Sebagian dari mereka juga menduduki beberapa bundaran jalan utama di Bangkok.

Pemrotes menentang pelaksanaan pemilihan umum karena mereka menuntut agar sistem politik diubah dulu sebelum pemilu digelar.

Para wartawan mengatakan partai berkuasa kemungkinan akan menang dan bila jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya besar, maka partai berkuasa mempunyai landasan memegang mandat rakyat meskipun oposisi memboikot pemilahan umum.

Sementara itu unjuk rasa terus berlangsung dua hari menjelang pemilu.

Kubu pendukung pemerintah antara lain menggelar unjuk rasa di Provinsi Nonthaburi di luar ibukota Bangkok.

Mereka menyuarakan aspirasi dengan mengendarai sepeda motor dan meminta kelompok-kelompok penentang untuk menghormati hak pilih mereka.

Gelombang unjuk rasa telah terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Perdana Menteri Yingluck Shinawatra membubarkan parlemen pada Desember dan mengumumkan pemilihan umum dini sebagai upaya mengatasi krisis.