Snowden tidak akan kembali ke AS

  • 24 Januari 2014
Edward Snowden
Edward Snowden membocorkan program pengamatan NSA yang berlangsung meluas.

Edward Snowden, mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional, NSA, Amerika Serikat, mengatakan tidak akan mendapat proses hukum yang adil di Amerika.

Dia menambahkan undang-undang yang sudah berusia 100 tahun yang menjadi landasan dakwaannya 'melarang pembelaan berdasarkan kepentingan umum'.

"Tidak mungkin saya pulang dan menjelaskan kasus saya kepada dewan juri," tegasnya dalam sesi tanya jawab internet lewat situs Free Snowden atau Bebaskan Snowden.

Pria berusia 30 tahun ini membocorkan program pengawasam elektronik NSA atas individu-individuyang berlangsung secara massal.

Setelah sempat melarikan diri ke Hong Kong, Snowden kini mendapat suaka politik di Rusia.

Snowden mengaku bahwa tidak adanya peluang untuk mendapat pengadilan seimbang membuatnya amat frustrasi.

"Kembali ke AS, menurut saya, merupakan jalan terbaik bagi pemerintah, masyarakat umum, dan saya sendiri. Namun sayangnya tidak mungkin berdasarkan undang-undang perlindungan pembocor informasi yang tidak mencakup kontraktor keamanan nasional seperti saya," jelasnya.

Dalam perkembangan lain, Jaksa Agung Eric Holder mengatakan kepada stasiun TV MSNBC bahwa kecil kemungkinan baginya untuk memberi pengampunan kepada Snowden.