Penembak serang pemrotes di Bangkok

  • 11 Januari 2014
Polisi antihuru-hara di Bangkok
Polisi hanya diizinkan menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk mengamankan situasi.

Tujuh orang mengalami luka-luka, salah seorang di antaranya luka serius, setelah para penembak mengeluarkan tembakan ke arah pengunjuk rasa penentang pemerintah di ibukota Thailand, Bangkok.

Peristiwa hari ini (11/01) terjadi menjelang rencana aksi besar kelompok penentang pemerintah untuk melumpuhkan ibukota hari Senin mendatang.

Penembakan terjadi di persimpangan jalan di dekat kawasan wisata Khao San, kata polisi. Korban luka berasal dari kelompok antipemerintah.

Kepala militer Thailand Jenderal Prayuth Chan-Ocha menyerukan agar kekerasan segera diakhiri.

"Saya mengkhawatirkan masalah keamanan karena akan ada banyak orang. Kekerasan meningkat. Saya ingin menyerukan kepada semua pihak dan semua orang agar tidak bentrok dan berkelahi. Tolong jangan gunakan kekerasan," kata Jenderal Prayuth Chan-Ocha di Bangkok.

Sementara itu Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan agar semua pihak menahan diri.

Kubu oposisi menuntut pemilihan umum bulan depan dibatalkan dan menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur.

Gerakan antipemerintah ini menyatakan akan melumpuhkan ibukota pada Senin.

Kemarin kelompok pendukung dan kelompok penentang pemerintah terlibat bentrokan yang menyebabkan enam orang luka-luka setelah terjadi tembakan dan ledakan

Berita terkait