Polisi 9/11 mengaku cacat demi tunjangan

  • 8 Januari 2014
Serangan 9/11
Serangan 9/11 yang sangat dahsyat turut memakan korban para petugas penyelamat di AS.

Belasan mantan petugas darurat AS ditahan dengan sangkaan penipuan untuk mendapat tunjangan kecacatan terkait insiden serangan 9/11, kata aparat New York.

Jaksa penuntut dalam kasus ini mengatakan 72 petugas polisi, delapan petugas pemadam kebakaran dan lima petugas pengawas kriminal masuk dalam daftar para tersangka ini.

Sebagian dari mereka diduga mengajukan klaim palsu menjadi cacat saat mereka bekerja pasca serangan 11 September 2001 lalu.

Akibat kejahatan penipuan ini diduga pemerintah negara bagian setempat dirugikan sampai jutaan dollar.

"Kenekatan mereka sangat mengejutkan," kata Jaksa Distrik Manhattan, Cyrus Vance Selasa (07/01).

"Banyak diantara mereka yang dengan sinis berpura-pura sakit jiwa akibat kejadian 11 September, mempermalukan para petugas yang sungguh-sungguh berjuang dengan mengorbankan kesehatan dan keamanan mereka," kecam Vance.

Gara-gara foto

Empat pria, termasuk seorang pensiunan polisi dan seorang konsultan kecacatan yang bekerja untuk serikat Detektif New York, muncul di pengadilan Selasa, mendengarkan dakwaan penipuan ini.

Mereka diduga berperan sebagai pimpinan aksi penipuan ini dan kemudian dilepas dengan jaminan sampai $1 juta.

Mereka dituding mengatur bagaimana mantan petugas lain agar berpura-pura menderita kelainan jiwa dan gagal menjalankan tes ingatan dalam upaya mengantongi tunjangan kecacatan, dan berhasil menggondol puluhan ribu dollar uang imbalan.

Serangan 9/11
Para korban Serangan 9/11 2001 mencapai sekitar 3.000 orang dari puluhan negara.

Seorang pensiunan polisi mengatakan pada dokter ia menderita serangan panik sehingga tak mampu meninggalkan rumah - tetapi kemudian kejahatannya terbongkar setelah ia menempatkan fotonya sedang naik jet ski di jejaring sosial di internet.

Sementara ada pensiunan polisi lain yang tertangkap basah karena membuka usaha studio bela diri padahal dirinya mengaku mengalami cedera leher parah.