Myanmar bebaskan tahanan politik

  • 31 Desember 2013
Presiden Thein Sein
Presiden Thein Sein memberlakukan berbagai reformasi sejak menjabat pada 2010.

Pemerintah Myanmar mengatakan telah mulai membebaskan tahanan politik sebagai bagian dari komitmen membebaskan seluruh tahanan politik sebelum akhir tahun.

Pembebasan ini dilakukan menyusul pengampunan yang diberikan oleh Presiden Thein Sein Senin kemarin (30/12).

Amnesti diberikan kepada para tahanan politik yang dipenjara dalam kasus pengkhianatan hingga mengikuti perkumpulan tidak resmi.

Pengumuman yang dikeluarkan pemerintah Myanmar tidak menyebut jumlah pasti tahanan politik yang akan dibebaskan, tetapi menurut para aktivis, masih terdapat sekitar 40 tahanan politik di negara itu.

"Semua tahanan politik yang telah dijatuhi hukuman berdasarkan undang-undang ini diampuni," pengumuman pemerintah yang disiarkan televisi nasional pada Senin larut malam (30/12).

"Semua kasus yang sedang berjalan di pengadilan akan ditutup dan terdakwa harus segera dibebaskan".

Selain itu terdapat sekitar 200 orang yang ditahan dengan dakwaan mengikuti unjuk rasa tanpa izin.

Satu laporan media setempat menyebutkan lima orang tahanan politik sudah dibebaskan dan para tahanan politik lainnya dijadwalkan akan dibebaskan dalam beberapa hari mendatang.

Myanmar telah membebaskan ratusan tahanan politik sejak reformasi digulirkan pada 2010.

Berita terkait