Pelaku sunat perempuan di Tanzania diadili

  • 18 Desember 2013
Sunat perempuan
Sunat perempuan dengan cara menyanyat dilakukan tanpa anastesi.

Puluhan orang yang dicurigai terlibat dalam melakukan sunat perempuan dengan mutilasi di Tanzania mulai diadili.

Sejumlah 38 orang, yang ditahan Selasa (17/12), sebagian besar adalah wanita dan mencakup ibu para korban.

Seorang pejabat di Kilimanjaro mengatakan kepada BBC, anak-anak perempuan yang disunat dengan cara mutilasi -termasuk anak usia tiga tahun- tengah dirawat oleh para dokter.

Sunat dengan cara menyayat dilarang di Tanzania tahun 1998. Namun sejumlah laporan menyebutkan praktik tersebut jarang terjadi di tempat dilakukannya penahanan.

Sebagian besar perempuan itu ditahan saat mereka melakukan tarian tradisional di seputar satu rumah tempat polisi menemukan 21 anak, berusia tiga sampai 15 tahun.

Anak-anak perempuan itu telah disunat.

"Begitu saya mendengar tentang berita itu, saya mengerahkan polisi," kata Herman Kapufi, walikota kawasan Same di Tanzania utara, kepada televisi setempat.

Praktik sunat dengan menyayat itu dilakukan dengan menggunakan pisau, tanpa kondisi steril dan anak-anak itu tidak dibius.

Hukuman maksimal mereka yang melakukan sunat perempuan adalah 15 tahun penjara.

Lebih dari 125 juta anak perempuan dan wanita pernah disunat melalui mutilasi, menurut badan dana anak PBB, UNICEF.