PM Thailand tolak seruan mundur

  • 10 Desember 2013
Yingluck Shinawatra
Yingluck Shinawatra sebelumnya mengumumkan pemilihan umum dini.

Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, menolak tuntutan pengunjuk rasa agar dia mengundurkan diri sebelum pemilihan umum dini.

Senin (09/12) Yingluck mengatakan akan membubarkan parlemen dan menggelar pemilu pada awal Februari tahun depan.

Namun para pengunjuk rasa yang turun ke jalanan mendesak dia mundur untuk diganti dengan 'perdana menteri rakyat'.

"Kami akan memilih perdana menter rakyat dan membentuk pemerintahan rakyat dan dewan rakyat untuk mengganti parlemen," tutur pemimpin pengunjuk rasa, Suthep Thaugsuban, yang pernah menjadi wakil perdana menteri.

Yingluck terpilih menjadi perdana menteri Thailand lewat pemilihan umum 2010 namun oposisi mengatakan bahwa dia dikendalikan oleh abangnya Thaksin Shinawatra, yang digulingkan militer pada tahun 2006 dan saat ini mengungsi di luar negeri.

Hari Selasa, jalanan di ibukota Bangkok tampak tenang setelah protes besar-besaran sehari sebelumnya yang diramaikan sekitar 150.000 pengunjuk rasa.

Namun beberapa kelompok kecil pengunjuk rasa masih tetap berkumpul di luar gedung-gedung pemerintah di ibukota Bangkok.

Berita terkait