Ada 'propaganda' dibalik strategi Putin

  • 10 Desember 2013
Vladimir Putin
Putin sangat menyukai pemberitaan RT yang anti-Barat dan sangat pro-Rusia.

Dekrit President Rusia Vladimir Putin untuk mendirikan kantor berita baru Rossiya Segodnya, Rusia Hari Ini, dinilai merupakan bagian dari strategi Moskow dalam rangka perluasan pengaruhnya secara global.

Namun langkah tersebut juga dikhawatirkan akan membelenggu kebebasan personal di dalam negeri Rusia sendiri.

Rusia Hari Ini akan dikepalai oleh Dmitry Kiselev, seorang pembawa acara TV Rusia yang terkenal, yang antara lain kondang karena paham anti-Barat dan anti-homonya yang sangat kuat.

President Putin menerbitkan dekrit untuk membubarkan kantor berita milik negara, RIA Novosti serta Radio Suara Rusia, dan keputusan ini dianggap mengejutkan.

Baik RIA Novosti maupun Radio Suara Rusia selama puluhan tahun dianggap sebagai lembaga-lembaga yang loyal pada negara.

Keduanya didirikan saat era Soviet pada 1941 dan 1929. Namun meski berstatus sebagai media resmi negara, RIA Novosti dipandang sebagai sumber berita berharga karena menyiratkan keragaman sikap dalam pemberitaannya.

Untuk layanan berita pengadilan misalnya, RIA Novosti memenangkan penghargaan antara lain atas berita langsung dari persidangan tokoh oposisi Alexei Navalny.

Sensor menguat

Menurut seorang komentator pro-Kremlin, Sergey Markov, pembubaran kantor berita tersebut kemungkinan akibat luasnya pemberitaan saat terjadi gelombang protes anti-Putin tahun 2012 serta simpati nyata yang ditunjukkan para wartawannya pada kubu oposisi Rusia.

Selanjutnya dekrit Presiden Putin menyebutkan peran Rusia Hari Ini adalah menyebarkan pemberitaan kepada khalayak asing tentang "Kebijakan Negara Federasi Rusia serta kehidupan masyarakatnya".

Muncul dugaan kantor berita baru ini akan menjadi pendamping dari stasiun televisi berbahasa asing yang juga milik negara, RT, yang saat diluncurkan tahun 2005 juga dinamai Rusia Hari Ini (Russia Today).

Melalui kicauan di Twitter, seorang editor berhaluan liberal, Roman Fedoseyev, mengatakan pendirian kantor berita baru ini akan "jadi mesin propoganda raksasa di dunia Barat".

Pandangan ini diyakini pula oleh Anna Kachkayeva, Dekan pada jurusan Media dan Komunikasi di Sekolah Tinggi Ekonomi Moskow.

Dalam wawancara dengan stasiun radio independen Ekho Moskvy, pendirian Russia Today menurutnya akan menjadi jalan kembalinya Rusia kepada "Soviet dan propaganda masa lalu".

Ia meramalkan akan makin banyak sensor diberlakukan, meski sebenarnya kontrol pemerintah terhadap stasiun televisi yang jadi sumber berita utama publik sudah ketat.

Sejak menjabat sebagai presiden untuk ketigakalinya pada Mei tahun lalu Putin sudah memperkenalkan sejumlah UU baru untuk mendukung sikap itu.

"Kita makin mendekati sensor total. Mereka akan lebih lugas membabat media kecil tanpa malu-malu," tulis penyiar radio Ekho Moskvy, Vladimir Varfolomeyev juga dalam kicauan di Twitter.