BBC navigation

Ikhwanul Muslimin tolak rancangan konstitusi

Terbaru  2 Desember 2013 - 18:42 WIB
Mesir

Polisi melepas tembakan gas air mata di Lapangan Tahrir untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Para pegiat Ikhwanul Muslimin, yang dilarang di Mesir, menolak rancangan undang-undang dasar yang akan disampaikan kepada presiden sementara, Adly Mansour.

Dalam beberapa pernyataan, antara lain di media sosial, mereka berpendapat bahwa rancangan itu merupakan penyimpangan dari konstitusi Klik Mesir 2012.

Panel yang terdiri dari 50 orang membutuhkan waktu dua hari untuk mengubah RUUD yang sudah diterima di bawah mantan Klik presiden Mohamed Morsi, sebelum diaKlik digulingkan militer pada awal Juli.

Rancangan konstutisi itu -yang akan diputuskan lewat refrendum bulan depan- mempertahankan wewenang besar bagi militer.

Rancangan itu mencakup peraturan bahwa menteri pertahanan harus merupakan perwira militer dan warga sipil yang menyerang tentara bisa diadili di mahkamah militer.

Selain itu disebutkan pula bahwa Hukum Islam menjadi dasar dari perundang-undangan walau partai politik yang berbasis agama, ras, dan jenis kelamin dilarang.

Bersamaan dengan berakhirnya pembahasan rancangan ini, polisi melepas gas air mata di Lapangan Tahrir di ibukota Kairo untuk membubarkan para pengunjuk pendukung mantan presiden Morsi, yang mulai turun ke jalanan sejak Minggu 1 Desember.

Lapangan Tahrir menjadi tempat berawalnya aksi unjuk rasa yang menggulingkan presiden Hosni Mubarak tiga tahun lalu.

Sayap politik Ikhwanul Muslimin, Partai Keadilan dan Kebebasannya, dalam pesannya antara lain mengatakan bahwa 'getar revolusi sudah memasuki Lapangan Tahir dalam hari revolusioner.'

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.