AS desak Korea Utara bebaskan warganya

  • 1 Desember 2013
newman
Publikasi Korea Utara menyebut bahwa Merrill Newman telah mengakui kesalahannya.

Gedung Putih mendesak Korea Utara untuk membebaskan salah satu warganya, Merrill Newman yang telah menjalani penahanan selama lebih dari satu bulan.

Sebelumnya pada hari Sabtu (30/11) media milik pemerintah Korea Utara mengatakan bahwa Newman yang berusia 85 tahun telah mengaku melakukan "kejahatan yang tidak terhapuskan" terhadap negara itu selama perang Korea yang berlangsung pada tahun 1950-53.

Media itu juga melansir apa yang mereka sebut sebagai "pernyataan permintaan maaf" yang disampaikan oleh Newman.

Dalam desakan yang disampaikan oleh AS, pemerintah negara itu juga meminta Pyongyang melepaskan warga mereka lainnya, Kenneth Bae, yang telah ditahan sejak bulan November tahun lalu dan telah diputus untuk menjalani hukuman kerja paksa selama 15 tahun pada bulan Mei lalu.

"Kami merasa prihatin dengan kesejahteraan warga AS yang ditahan di Korea Utara," kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional, Caitlin Hayden.

"Mengingat usia dan kondisi kesehatannya, kami mendesak otoritas Korea Utara untuk melepaskan Newman sehingga dia bisa kembali ke rumahnya dan bersatu kembali dengan keluarganya."

Hal yang kurang lebih serupa juga disampaikan Hayden terkait dengan nasib Kenneth Bae.

"Kami melanjutkan desakan kepada otoritas Korea Utara untuk memberikan dia pengampunan dan melepaskannya segera."

Pyognyang sebelumnya menuding Bae menggunakan usaha bisnis wisatanya sebagai kedok untuk melakukan pemberontakkan.

Wartawan BBC di Seoul, Korea Selatan, Lucy Williamson mengatakan media Korut secara rutin mempublikasikan permintaan maaf dari sejumlah tahanan AS sebelumnya.

Permintaan maaf dari para tahanan ini menurut Williamson tidak bisa diverifikasi secara independen.