Unjuk rasa Bangladesh tewaskan 15 orang

  • 28 November 2013
Protes di Bangladesh
Protes nasional awalnya direncanakan 48 jam namun berlanjut hingga hari ketiga.

Sedikitnya 15 orang tewas di Bangladesh sejak maraknya aksi unjuk rasa menentang pemerintah awal pekan ini.

Unjuk rasa yang diserukan pihak oposisi Partai Nasional Bangladesh, BNP, sudah memasuki hari yang ketiga walau awalnya protes nasional direncanakan berlangsung selama 48 jam.

Kekerasan yang marak antara pengunjuk rasa dengan polisi dan para pendukung pemerintah juga menyebabkan sejumlah orang cedera.

Para pengunjuk rasa di ibukota Dhaka antara lain membakar kendaraan bermotor, mencabut rel kereta api, maupun mencegah beroperasinya kapal feri, yang merupakan angkutan penting di Bangladesh.

Mereka menuntut dibentuknya pemerintahan sementara untuk menjamin pemilihan umum yang jujur dan adil pada 5 Januari mendatang.

Perdana Menteri Sheikh Hasina sudah menolak tuntutan tersebut dan menegaskan tidak akan berpihak dalam pemilihan umum.

Pemerintah mengumumkan utusan PBB, Oscar Fernandez-Taranco, akan berkunjung ke Bangladesh Desember pada 6 Desember untuk bertemu dengan partai-partai politik guna memecahkan kebuntuan pemilu.

Protes di Bangladesh
Pengunjuk rasa di Dhaka antara lain membakar kendaraan bermotor, termasuk bus.

Koran terbesar, Daily Star, melaporkan Fernandez-Taranco akan membawa pesan dari Sekjen PBB agar semua pihak menjamin pemilihan umum yang bebas, adil, dan melibatkan semua pihak.

Bangladesh memiliki sejarah panjang dalam kekerasan politik, termasuk pembunuhan atas dua presiden serta 19 kudeta yang gagal sejak merdeka tahun 1971.