Mesir 'akan beli senjata Rusia'

  • 14 November 2013
Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov (kanan) dan Menteri Pertahanan Rusia (kiri) Sergei Shoigu.

Rusia yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu akan mengadakan pembicaraan di ibukota Mesir, Kairo, yang kabarnya akan mencakup kemungkinan perjanjian senjata.

Ini adalah kunjungan tingkat tinggi pertama Rusia ke Mesir dalam beberapa dekade terakhir.

Sejumlah laporan menunjukkan bahwa perjanjian transaksi senjata ini bernilai US$2 miliar.

Kesibukan aktivitas diplomatik antar dua negara ini terjadi menyusul keputusan Presiden AS Barack Obama untuk menghentikan bantuan pertahanan ke Mesir.

Kapal perang Rusia, Varyag, melakukan kunjungan enam hari ke Alexandria dan kapal perang Rusia pertama yang mengunjungi Mesir sejak tahun 1992.

Surat kabar Mesir Al-Wafd menggambarkan pertemuan antara para pejabat Mesir dan Rusia sebagai peristiwa "bersejarah".

Lavrov mengatakan kepada surat kabar Al-Ahram bahwa selama lebih dari dua tahun Rusia telah menyatakan dukungannya untuk perubahan demokrasi di Mesir.

"Kami sangat yakin bahwa Mesir akan mengatasi krisis saat ini," katanya.

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Fahmy mengatakan kepada televisi milik negara RT bahwa pengiriman senjata dari Rusia sedang dipertimbangkan, kata kantor berita Rusia Ria Novosti.

"Masalah pembelian senjata baru dari Rusia harus diteliti dengan seksama," katanya.

Pada bulan Oktober, AS mengatakan pihaknya menangguhkan sebagian besar dari US$1,3 miliar bantuan kepada militer Mesir.

Pemotongan bantuan ini terjadi menyusul aksi keras pemerintah sementara Mesir terhadap pendukung Presiden terguling Mohammed Morsi yang menewaskan ratusan orang.

Berita terkait