Korban topan Filipina belum terima bantuan

  • 12 November 2013
Korban selamat di Filipina
Penyaluran bantuan terhambat oleh cuaca buruk dan jalan terputus.

Empat hari setelah Topan Haiyan, korban selamat di kota Tacloban, Filipina, masih menunggu bantuan.

Hujan yang disertai dengan petir melanda kota Tacloban sehingga menambah penderitaan puluhan ribu korban Topan Haiyan di salah daerah yang paling parah mengalami dampak topan.

Sebagian korban tinggal di antara reruntuhan rumah mereka. Wartawan BBC di Tacloban melaporkan hanya ada sedikit tanda bahwa bantuan berhasil disalurkan ke korban selamat, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 200.000 orang.

Karena kelangkaan pangan dan air minum, para korban selamat membobol gudang makanan dan toko. Mereka tampak mulai marah karena belum ada informasi pasti kapan mereka akan memperoleh bantuan.

Pesawat militer Filipina dan Amerika Serikat silih berganti menerbangkan bantuan ke Tacloban. Jalan menuju kota dipenuhi pengungsi dan reruntuhan sehingga menghambat transportasi.

Sementara itu, kapal induk AS George Washington berlayar dari Hong Kong ke Filipina untuk membantu mempercepat penyaluran bantuan.

Kapal yang dilengkapi dengan lebih dari 80 pesawat ini dijadwalkan akan tiba sekitar dua hingga tiga hari mendatang bersama tiga kapal pendukung lainnya dengan 7.000 personel.

Bau jenazah

Seorang pejabat mengatakan kepada BBC bahwa helikopter-helikopter Amerika diharapkan memberikan dukungan logistik kepada pemerintah dan badan-badan amal. Upaya mereka mencapai korban terhambat oleh jalan dan jembatan rusak.

Wartawan BBC mengatakan Tacloban adalah lautan sampah, dan korban selamat yang berkemah di reruntuhan rumah mereka seringkali berada di samping mayat-mayat.

Seorang warga, Evangeline Dakilong, menuturkan bau jenazah semakin kuat.

"Amat susah. Tim penyelamat belum datang lagi sudah tiga hari ini biarpun mereka mengatakan akan kembali. Kenapa mereka tidak mengambil jenazah dari sini," jelasnya.

Menurut Walikota Tacloban Alfred Romualdez, hingga saat ini petugas masih menghadapi kesulitan menemukan jenazah.

"Kami menghadapi kesulitan menemukan jenazah karena amat susah mencarinya karena semua berada di bawah puing-puing, Jika ada ada bau yang tajam, itulah satu-satunya cara kami untuk menemukan jenazah," kata Romualdez.

Selain Amerika Serikat, Inggris juga mengirim kapal perang dan pesawat pengangkut. Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Jerman dan Israel mengirim tenaga medis dan petugas ke daerah bencana.

Sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban Topan Haiyan di Filipina.

Pejabat Pensosbud KBRI Manila, R. Toto Waspodo, sudah berkunjung ke Cebu, yang terletak di pulau di tetangga Tacloban, dan menuturkan bahwa skala kerusakan di sana kecil.

.

Berita terkait