BBC navigation

Presiden Aquino kunjungi korban Haiyan

Terbaru  10 November 2013 - 16:08 WIB
Tacloban, Filipina

70-80% bangunan di Tacloban Filipina menurut aparat hancur akibat topan.

Presiden Filipina Benigno Aquino III mendarat di kota Tacloban hari Minggu (10/11) untuk melihat langsung situsi lokasi bencana akibat terjangan topan ganas, Haiyan yang diduga menewaskan sedikitnya ribuan orang.

Meski baru ratusan korban tewas yang sudah dikorfirmasi aparat berwenang setempat, muncul sejumlah laporan yang menyebut korban bisa Klik mencapai 10.000 dari salah satu pulau saja.

Angin kencang meluluhlantakkan wilayah Filipina tengah, mengubur para korban di bawah reruntuhan dan bahkan sebagian jenazah tersangkut di pohon-pohon tulis kantor berita AP.

Presiden Aquino mengakui jumlah korban akan terus membengkak "jauh lebih banyak" Klik dari angka resmi saat ini namun tak memberikan angka pasti atau perkiraannya.

Menurut Presiden Aquino prioritas utama pemerintahannya saat ini adalah mengembalikan aliran listrik serta jalur komunikasi di daerah yang terisolir agar bantuan makanan dan obat dapat dibawa ke lokasi para korban berada.

Sementara dari kantor berita AFP, lokasi yang dikunjungi Aquino ini dilaporkan sebagai salah satu titik bencana terparah.

"Tacloban hancur lebur. Ada warga yang kehilangan akal sehat karena kelaparan dan kehilangan keluarganya," kata seorang guru sekolah setempat, Andrew Pomeda, 36, kepada AFP.

"Warga juga menggunakan kekerasan. Menjarah toko-toko, mal, cuma untuk mencari makanan, beras dan susu," tambahnya.

Selain perkiraan jumlah korban yang mencapai sekitar 10.000 jiwa di Pulau Leyte saja, aparat setempat juga menghadapi tugas berat melihat Klik besarnya skala kerusakan.

"Sekitar 70 sampai 80 persen rumah dan bangunan sepanjang jalur yang dilalui topan ini hancur," kata Kepala Polisi Elmer Soria di Tacloban.

Topan menerjang wilayah selatan perairan kepulauan Filipina Jumat (08/11) lalu dan meremukkan enam pulau di timur dan tengah negara itu.

Haiyan kemudian mengarah ke Laut Cina Selatan, dengan angin berkecepatan 235 kilometer per jam.

Rumah-rumah rata di sebagian besar kota.

haiyan

Banyak orang di Tacloban tidak lagi punya rumah.

Orang-orang kesulitan mendapatkan makanan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.