BBC navigation

Musharraf dibebaskan dari tahanan rumah

Terbaru  7 November 2013 - 19:25 WIB
Pakistan

Penjaga penjar dilaporkan ditarik dari luar rumah Musharraf Rabu (06/11) malam.

Mantan penguasa militer Pakistan, Pervez Musharraf, sudah dibebaskan dari tahanan rumah dan bebas bepergian di dalam negeri.

Namun mantan jenderal itu masih tetap dalam daftar orang yang dikendalikan pemerintah dan tidak boleh meninggalkan Pakistan.

Juga tidak jelas apakah dia akan ke luar dari rumahnya karena ada ancaman pembunuhan atasnya.

Pengacaranya sudah menegaskan Musharraf -yang selalu berpendapat bahwa dakwaan atasnya bermotif politik- tidak akan meninggalkan negara itu.

Pemberlakuan tahanan rumah selama tujuh bulan atas Musharraf belum pernah ada sebelumnya di negara yang dipimpin militer selama lebih dari setengah masa kemerdekaan negara itu sejak tahun 1947.

Seorang pejabat penjara mengatakan kepada kantor berita AP bahwa pengawal penjara sudah ditarik Rabu (06/11) malam dari luar rumahnya yang terletak di pinggiran Islamabad.

Bebas dengan jaminan

Pervez Musharraf

Musharraf didakwa dengan berbagai kasus saat dia berkuasa.

Keputusan ini hanya beberapa hari setelah dia bebas dengan jaminan terkait dengan operasi militer untuk menyingkirkan militan dari Masjid Merah, Islamabad, yang merupakan gugatan hukum terakhir atasnya.

Hari Senin pengadilan sudah memutuskan untuk menerima pengajuan bebas terkait dakwaan itu dengan jaminan senilai US$2.000 atau sekitar Rp20 juta.

Operasi di Masjid Merah yang diperintahkan oleh Musharraf menyebabkan sejumlah ulama dan sekitar 100 umat Islam lainnya tewas.

Insiden itu juga memicu perlawanan dari kelompok militan, yang melancarkan rangkaian kekerasan di Klik Pakistan, hingga saat ini.

Musharraf sempat mengungsi ke luar negeri dan Klik kembali ke Pakistan pada awal tahun ini untuk ikut pemilihan umum, yang dimenangkan Nawaz Sharif, yang dia gulingkan lewat kudeta tahun 1999.

Namun komisi pemilihan Klik Pakistan melarang partisipasinya dalam pemilu dan dikenakan tahanan rumah karena serangkaian gugatan hukum ketika dia masih berkuasa pada tahun 1999-2008.

Kasus yang mengikatnya antara lain Klik terkait pembunuhan mantan PM Klik Benazir Bhutto dan pemimpin suku Balukistan, Nawab Akbar Bugti.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.