Suaka Uni Eropa untuk homoseksual dari Afrika

  • 7 November 2013
Afrika
Di sebagian besar negara Afrika, perilaku homoseksual dianggap melanggar hukum.

Mahkamah Uni Eropa memutuskan bahwa kaum homoseksual dari negara-negara Afrika bisa mendapat suaka di Uni Eropa.

Namun syaratnya mereka harus benar-benar menghadapi risiko akan dipenjara di negara asalnya.

Keputusan ini diambil setelah Mahkamah Agung Belanda megajukan pertanyaan apakah tiga orang homoseksual dari Sierra Leone, Uganda, dan Senegal bisa dipertimbangkan sebagai bagian dari orang-orang yang dianiaya.

Mahkamah di Luksemburg menjawab ya walau menegaskan masing-masing pemerintah di Uni Eropa yang memutuskan apakah kaum homoseksual yang dimaksud memang menghadapi hukuman di negaranya.

Keputusan menyebutkan bahwa kaum homoseksual di sejumlah negara tidak berani mengungkapkan kecenderungan seksual di negaranya untuk menghindari dari hukuman.

Pelanggaran hukum

Perilaku homoseksual tergolong melanggar hukum di sebagian besar negara Afrika walau tidak semuanya menerapkan hukum itu secara tegas.

Bulan September lalu, Uganda sempat menangkap seorang produser drama asal Inggris, David Cecil, dengan dakwaan terkait pertunjukan drama tentang homoseksual.

Namun belakangan dakwaan itu dicabut.

Dengan keputusan di Luksemberg ini, maka Mahkamah Agung Belanda akan melanjutkan permohonan suaka bersangkutan.

Bagaimanapun masih ada pertanyaan tentang bagaimana memastikan latar belakang kecenderungan seksual seseorang sehingga orang tersebut tergolong homoseksual.

Mahkamah Agung Belanda juga mengajukan pertanyaan tersebut namun dilaporkan bari akan mengambil keputusan dalam hal itu tahun depan.