BBC navigation

AS optimistis perundingan Israel-Palestina

Terbaru  6 November 2013 - 22:39 WIB
John Kerry dan Netanyahu

John Kerry bertemu dengan Benjamin Netanyahu (kanan) di Jerusalem.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan ia yakin kesulitan dalam proses perundingan antara Israel dan Palestina dapat diatasi.

Setelah Klik bertemu dengan pemimpin kedua belah pihak, Kerry menyatakan bahwa Amerika menganggap permukiman Israel di Tepi Barat tidak sah.

Juru runding Palestina mengancam untuk mengundurkan diri dari rencana perundingan damai karena Klik rencana perluasan permukiman Israel ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Palestina menciptakan krisis artisifial.

Kerry mengadakan pertemuan dengan Netanyahu di Yerusalem sebelum bertolak ke Betlehem untuk berunding dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

Juru bicara pemerintah Israel, Mark Regev, mengatakan bahwa Israel hanya membangun di tempat-tempat yang mereka anggap akan tetap menjadi kawasan mereka dalam perundingan damai apapun.

"Israel hanya membangun di dalam Yerusalem dan di kawasan besar blok permukiman, tempat-tempat yang akan menjadi bagian Israel dengan perjanjian perdamaian apapun," kata Regev.

"Jadi kami ingin bergerak maju, kami ingin membicarakan semua isu perundingan termasuk isu permukiman. Dan cara untuk menyelesaian isu ini, sekali lagi, adalah dengan kerja keras dan itulah yang kami inginkan," tambahnya.

'Penyelesaian dua negara'

"Dengan keyakinan, dan usaha serius kedua belah pihak untuk melakukan kompromi dan mengambil keputusan sulit, ini bisa dicapai."

John Kerry

Sejumlah laporan menyebutkan tidak ada tanda-tanda kemajuan sejak perundingan diluncurkan tiga bulan lalu.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan dalam pertemuan gerakan Fatah yang ia pimpin bahwa perundingan dengan Israel tidak mencapai kemajuan apapun, lapor kantor berita Maan.

Sementara Kerry mengatakan kepada Netanyahu bahwa ia yakin kesepakatan dapat dicapai.

"Kita telah melewati waktu tiga bulan dalam perundingan. Selalu ada kesulitan, selalu ada ketegangan. Saya sangat yakin akan kemampuan kita untuk menyelesaikannya. Itulah mengapa saya di sini," kata Kerry.

"Dengan keyakinan, dan usaha serius kedua belah pihak untuk melakukan kompromi dan mengambil keputusan sulit, ini bisa dicapai," tambahnya.

Kerry mengupayakan perjanjian berdasarkan "penyelesaian dua negara", Israel dan Palestina yang terdiri dari Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Palestina menginginkan negara yang mencakup semua kawasan yang dikuasasi Israel tahun 1967, namun sekitar 500.000 warga Yahudi tinggal di lebih 200 permukiman di Tepi Barat termasuk Jerusalem Timur.

Permukiman itu dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional, namun Israel menyanggahnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.