Pembunuhan Meshud "rusak upaya damai"

  • 3 November 2013
Nisar Ali Khan
Chaudhry Nisar Ali Khan mengatakan akan meninjau kembali segala aspek kerja sama Pakistan dengan AS.

Menteri dalam negeri Pakistan mengatakan kematian pemimpin Taliban Pakistan Hakimullah Meshud telah merusak upaya perdamaian.

"Ini bukan hanya pembunuhan terhadap satu orang, tetapi ini menjadi kematian bagi seluruh upaya perdamaian," kata Chaudhry Nisar Ali Khan.

Pemerintah setempat memanggil duta besar Amerika Serikat untuk menyampaikan protes terhadap serangan pesawat tanpa awak yang dilakukan Jumat (01/11) kemarin.

Nisar menuduh AS sengaja "mengagalkan" upaya untuk memulai pembicaraan damai, dan mengatakan "setiap aspek" dari kerja sama Pakistan dengan AS akan ditinjau ulang.

Menteri Komunikasi Pervez Rashid mengatakan: "AS mencoba menyerang pembicaraan damai dengan pesawat tanpa awak ini, tetapi kami tidak akan membiarkannya gagal."

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif telah berjanji untuk berbicara kepada Taliban untuk mengakhiri aksi kekerasan yang menyebabkan ribuan orang tewas karena bom atau penembakan di negara itu.

Mehsud tewas bersama dengan empat orang lain - termasuk dua penjaganya - ketika empat misil menghantam kendaraan mereka di sebelah barat laut Waziristan Utara, demikian dikatakan anggota senior Taliban kepada BBC.

mehsud
Sebelumnya, Mehsud berulangkali dilaporkan telah tewas, tetapi banyak laporan tersebut keliru.

Media Pakistan mengatakan pemakaman Meshud telah dilakukan di tempat yang tidak diketahui di Waziristan Utara.

"Balas dendam"

Juru bicara Taliban Pakistan, Azam Tariq, berjanji untuk melakukan balas dendam. Pasukan keamanan Pakistan berada dalam siaga penuh.

"Tiap tetesan darah Hakimullah akan berubah menjadi bom bunuh diri," katanya. "Amerika dan sekutunya tidak seharusnya merasa gembira karena kami akan membalas dendam atas darah martir kami."

Taliban melakukan pertemuan pada Sabtu (02/11) untuk memilih pemimpin baru. Laporan yang belum bisa dikonfirmasi mengatakan bahwa komandan regional Khan Said Sajna telah ditunjuk untuk berada di puncak kepemimpinan.

Seperti Mehsud, pimpinan Taliban sebelumnya juga dibunuh dengan serangan pesawat tanpa awak pada 2009.

"Masalah internal"

Sementara itu, dalam pernyataannya pemerintah AS mengatakan pembicaraan damai dengan Taliban adalah masalah internal Pakistan.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa Pakistan dan AS "memiliki kepentingan strategis untuk mengakhiri kekerasan dari kelompok ekstrimis."

"Kami memiliki pembicaraan yang terus berlangsung dengan Pakistan tentang segala aspek kerja sama dan kepentingan, termasuk keamanan dan anti terorisme."

Mereka juga mengatakan mereka tidak bisa mengkonfirmasi tewasnya Mehsud pada Jumat kemarin.

"Kami tidak berada dalam posisi untuk mengkonfirmasi laporan yang mengatakan bahwa Hakimullah Mehsud telah terbunuh di Pakistan."