Bangladesh mulai mogok massal

  • 27 Oktober 2013
bangladesh strike
Seorang pria tertidur di depan sebuah toko yang tutup dalam rangka mogok nasional di Bangladesh.

Partai oposisi Bangladesh dan sekutunya mulai mogok selama tiga hari sebagai reaksi atas kegagalan pemerintah membentuk kabinet sementara menjelang pemilihan umum di negara itu.

Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), yang dipimpin oleh Khaleda Zia, menyerukan pemerintah untuk menyingkir menjelang pemilu yang akan diadakan pada Januari mendatang.

Pemogokan ini akan terus berlangsung meski ada permohonan dari Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Peristiwa ini menyusul tewasnya enam orang dalam kerusuhan yang terjadi pada Jumat (25/10) lalu.

Kekerasan berkobar ketika polisi dan pengunjuk rasa bentrok di beberapa bagian negara itu dan mengakibatkan lebih dari 100 orang terluka.

bangladesh strike
Sejumlah pendukung pihak oposisi di Bangladesh berkumpul pada Jumat (25/10) kemarin.

Pemogokan dimulai pada pukul 06.00 pagi waktu setempat. BNP dengan sekutunya, Jamaat-e-Islam, berharap untuk membawa pemogokan ini ke tingkat nasional.

Telepon langka

Mereka ingin memaksa perdana menteri untuk membentuk pemerintahan administrasi sementara yang netral untuk mengawasi proses pemilu.

Tapi Hasina menolak rencana ini dan mengatakan tidak ada ruang untuk orang-orang yang tidak dipilih melalui pemilu untuk mengawasi jalannya pemungutan suara.

Khaleda Zia mengumumkan pemogokan nasional akan dimulai pada Minggu (27/10) ini, meskipun Perdana Menteri Hasina meneleponnya dan meminta membatalkan pemogokan.

Hal ini dianggap sebagai kali pertama kedua rival politik itu berbicara secara langsung dalam satu dekade ini.

Sabir Mustafa dari BBC Bengali Service mengatakan ada banyak kekhawatiran di kalangan publik tentang apa yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama jika pihak oposisi dan pendukung pemerintah bertemu di jalan.

Berita terkait