NATO dianggap gagal oleh Presiden Karzai

  • 8 Oktober 2013
Presiden Hamid Karzai
Presiden Hamid Karzai mengatakan prioritasnya kini adalah menciptakan perdamaian.

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, mengkritik NATO gagal menciptakan stabilitas di negaranya selama satu dekade di sana.

"Dalam bidang keamanan, seluruh pelaksanaan NATO menyebabkan penderitaan besar bagi warga Afghanistan, jatuhnya korban jiwa yang besar, dan tidak ada yang didapat karena negara masih tidak aman," jelasnya dalam wawancara dengan BBC.

Dia berpendapat adalah tidak tepat bagi NATO untuk memusatkan pada pertarungan di kampung-kampung Afghanistan dan bukan di tempat perlindungan Taliban di Pakistan.

Masa jabatan Karzai sebagai presiden tinggal enam bulan lagi sampai pemilihan presiden April 2014 mendatang.

Karzai menambahkan bahwa bukanlah sebuah hal yang menyenangkan jika tercapai keamanan di sebagian wilayah karena bukan hal tersebut yang diinginkan.

"Yang kami inginkan adalah keamanan absolut dan perang yang jelas melawan terorisme."

Komentar Karzai ditanggapi mantan pimpinan NATO, Jaap de Hoop Scheffer, sebagai tuduhan yang tidak adil bagi para tentara NATO yang tewas di Afghanistan.

Melibatkan Taliban

Menurut Karzai, kini prioritasnya adalah untuk membawa keamanan dan stabilitas ke Afghanistan, termasuk kesepakatan berbagi kekuasaan dengan Taliban.

Pemerintah Afghanistan sudah terlibat aktif dalam pembicaraan dengan kelompok militan Taliban.

"Mereka orang Afghanistan. Dengan presiden orang Afghanistan, pemerintah Afghanistan bisa memberi pekerjaan pemerintahan kepada Taliban, mereka disambut baik," tambah Karzai.

Dia membantah bahwa membawa Taliban ke pemerintahan akan menyebabkan langkah mundur terkait posisi perempuan dalam masyarakat Afghanistan.

"Saya siap berjuang untuk apa pun yang membawa perdamaian ke Afghanistan dan dengan itu mendorong nasib perempuan Afghanistan menjadi lebih baik."

Pemerintah Amerika Serikat ingin mencapai kesepakatan keamanan bilateral dengan Afghanistan sebelum pemilihan presiden tahun depan, yang akan menjadi landasan bagi hubungan AS-Afghanistan setelah penarikan mundur tentara tahun 2014.

Bagaimanapun Presiden Karzai mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak terburu-buru untuk menandatanganinya dan AS sudah mengatakan mereka kini akan mempertimbangkan pilihan tidak akan ada lagi pasukan AS di negara itu.

Berita terkait