BBC navigation

Australia beri 'bantuan layak' untuk kapal pencari suaka

Terbaru  29 September 2013 - 22:58 WIB
Kapal pencari suaka

Kapal pencari suaka banyak yang rusak dalam perjalanan menuju Australia.

Australia menekankan telah memberikan bantuan layak untuk kapal pencari suaka yang tenggelam di perairan seputar Cianjur, Jawa Barat, yang menewaskan 28 orang.

Kapal yang mengangkut pencari suaka dari Lebanon, Yordania dan Yaman itu Klik tenggelam hari Jumat lalu dengan penumpang berjumlah antara 80 sampai 120 orang.

Tim penyelamat Indonesia berhasil menemukan tujuh jenazah lagi pada hari Minggu (29/09), enam dewasa dan satu anak laki.

Sejauh ini 28 orang dipastikan meninggal sementara puluhan lainnya masih hilang.

Para korban selamat menuduh Australia tidak mengindahkan permintaan pertolongan mereka.

Namun Menteri Keuangan Mathias Cormann mengatakan begitu mendengar berita tenggelamnya kapal hari Jumat, pihaknya langsung menghubungi pihak berwenang di Indonesia karena peristiwa terjadi di perairan Jawa Barat.

Bantuan layak

"Peristiwa ini terjadi di kawasan yang berada di bawah yurisdiksi Indonesia dan tentu saja, Australia memberikan bantuan yang layak"

Mathias Cormann

"Tragisnya, peristiwa ini terjadi di kawasan yang berada di bawah yurisdiksi Indonesia dan tentu saja, Australia memberikan bantuan yang layak," kata Cormann.

Cormann mengatakan sejumlah laporan yang menyebutkan bahwa para pejabat Australia yang pertama kali mengetahui tentang kecelakaan itu tidak benar.

"Laporan yang masuk terkait operasi pencarian di kawasan SAR Indonesia. Dan tentu saja, tindakan segera dilakukan, dan pemerintah Australia segera mengontak Indonesia," kata Cormann.

Para korban selamat mengatakan kepada wartawan mereka mengontak kedutaan Australia selama 24 jam setelah kapal mereka tenggelam dan diberitahu untuk mengirim koordinat tempat kejadian untuk membantu tim pencari.

Tenggelamnya kapal pencari suaka ini terjadi menjelang kunjungan perdana menteri baru Tony Abbott ke Indonesia Senin (30/09).

Sejulmah laporan menyebutkan kebijakan kontroversial Australia tentang pencari suaka diperkirakan akan mendominasi pembicaraan Abbott di Indonesia.

Klik Kebijakan 'Stop the Boats' (Hentikan Kapal) Abbott mencakup operasi intelijen polisi Australia di desa-desa Indonesia untuk menyelidiki perjalanan para pencari suaka.

Namun Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memperingatkan menlu Australia Julie Bishop bahwa Indonesia "tidak dapat menerima kebijakan Australia yang melanggar kedaulatan (kami)."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.