Obama lakukan pembicaraan dengan Rouhani

  • 28 September 2013
barack_obama
Pembicaraan antara Barack Obama dengan Hassan Rouhani berjalan baik.

Presiden AS, Barack Obama telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani terkait persoalan penanganan program nuklir.

Pembicaraan ini menjadi catatan karena merupakan pembicaraan pertama yang dilakukan oleh pemimpin kedua negara dalam kurun waktu lebih dari tiga puluh tahun terakhir.

Dalam pembicaraan itu Obama berupaya membuat sebuah kemajuan dengan pemimpin baru Iran yang tengah berdiplomasi menjelaskan program nuklir negara itu.

Sebelumnya Presiden Rouhani mengatakan kesepakatan terkait penanganan program nuklirnya sebaiknya dilakukan secepat mungkin.

Dia juga mengatakan Iran tidak berencana membuat bom nuklir seperti yang dituduhkan oleh negara-negara barat.

Rouhani yang menggambarkan bahwa pertemuan di PBB pekan ini sebagai sebuah 'langkah pertama,' juga percaya persoalan tentang nuklir bisa diselesaikan 'dalam waktu yang tidak lama.'

Hadapi hambatan

Dia menggambarkan pembicaraan awal dilakukan dalam suasana yang berbeda dengan suasana masa lalu.

Kantor berita Iran, Irna mengatakan pembicaraan Rouhani dengan Obama dilakukan sesaat sebelum pengganti Mahmoud Ahmadinejad itu meninggalkan New York, tempat dimana dia menghadiri pertemuan tahunan Majelis Umum PBB.

Wartawan BBC di New York, Bridget Kendal melaporkan bahwa pejabat Gedung Putih mengggambarkan pembicaraan selama 15 menit tersebut sebagai pembicaraan yang berlangsung dengan ramah.

Pejabat itu mengatakan pembicaraan telepon ini merupakan inisiatif dari Rouhani.

Dalam pembicaraan itu Obama sempat menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib tahanan AS di Iran namun kemudian beralih pada upaya mencapai solusi dalam persoalan nuklir.

"Pasti akan ada sejumlah hambatan penting saat melangkah maju dan tidak ada jaminan semuanya akan berlangsung dengan baik, saya percaya kita bisa mencapai solusi yang komprehensif," kata Obama.

Rouhani juga mengatakan dia ingin mencapai kesepakatan penyelesaian nuklir dalam waktu antara tiga hingga enam bulan.