Tentara Kenya ambil alih mal

  • 24 September 2013
Kenya
Pemerintah mengatakan tentara telah mengambil kontrol pusat perbelanjaan di Nairobi.

Pemerintah Kenya mengatakan mereka dalam tahap akhir untuk menghentikan aksi para tersangka kelompok militan al-Shabab militants di Nairobi.

Laporan menyebutkan suara tembakan dan ledakan terdengar dari pusat perbelanjaan di Nairobi, ketika tentara melakukan upaya pembebasan sandera.

Tiga orang 'teroris' tewas dalam dan tentara terus melakukan penyisiran di tiap lantap gedung mal, untuk mencari para penyandera.

Sementara itu, Palang Merah mengatakan kepada BBC bahwa 63 orang masih hilang.

Keterangan resmi pemerintah Kenya menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 62 orang dan lebih dari 170 orang luka-luka. Korban tewas diperkirakan akan bertambah.

Menteri Pertahanan Inggris Philip Hammond mengatakan ada enam orang warga Inggris yang tewas dalam peristiwa tersebut.

Balas dendam

Gerakan Islamis al-Shabab menyatakan bertanggung jawab terhadap serangan tersebut sebagai upaya balas dendam atas operasi militer Kenya di Somalia.

"Teroris dapat berlari dan bersembunyi di sejumlah toko, tetapi seluruh lantai telah berada dalam kontrol kami," seperti disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Kenya Joseph Ole Lenku.

"Tidak ada ruang untuk melarikan diri."

Dia mengatakan kepada BBC pada Senin malam bahwa operasi tersebut dapat berlangsung sampai malam hari.

Kementrian menambahkan "Tidak mungkin lagi ada orang yang disandera," yang masih berada dalam komplek pusat perbelanjaan.

Wartawan BBC Gabriel Gatehouse, yang berada di lokasi, melaporkan belum mendapatkan gambaran yang jelas mengenai situasi di dalam pusat perbelanjaan, tetapi keterangan resmi menyebutkan pasukan keamanan mengambil alih mal tetapi tak menyebutkan mereka menahan atau menewaskan para pelaku.