Diplomat Eropa memprotes tindakan Israel

  • 21 September 2013
israel
Diplomat Prancis jatuh ke tanah setelah dipaksa keluar dari mobil oleh tentara Israel.

Para diplomat dari sejumlah negara Eropa dan PBB marah setelah tentara Israel melakukan intervensi untuk mencegah mereka memberikan bantuan kepada suku Badui di Tepi Barat.

Seorang diplomat Prancis mengatakan dia dipaksa keluar dari kendaraannya.

Bantuan tersebut sedang dikirim ke wilayah Khirbet al-Makhul setelah beberapa rumah yang ada di sana dihancurkan karena perintah Pengadilan Tinggi.

Juru bicara Israel mengatakan sedang meninjau apakah diplomat tersebut telah menyalahgunakan hak-hak mereka.

Rumah-rumah di Khirbet al-Makhul dihancurkan pada Senin (16/09) setelah Pengadilan Tinggi Israel memutuskan bahwa area itu dibangun tanpa izin.

Koresponden BBC di Timur Tengah Kevin Connolly, di Yerusalem, mengatakan para warga di wilayah itu menolak meninggalkan tanah tempat mereka menggembala domba selama beberapa generasi.

Para diplomat mengatakan segera setelah mereka tiba di lokasi, sekitar selusin jip tentara Israel datang dan memerintahkan para diplomat untuk tidak membongkar barang bantuan di truk mereka.

Diplomat Prancis Marion Fesneau-Castaing mengatakan kepada kantor berita Reuters: " Mereka menyeret saya keluar dari truk dan mendorong saya hingga jatuh tanpa memperhatikan kekebalan diplomatik saya.

"Inilah bagaimana hukum internasional dihormati di sini. "

'Mengejutkan dan keterlaluan'

Seorang pejabat Eropa menggambarkan tindakan Israel "mengejutkan dan keterlaluan."

west bank
Israel terus membangun pemukiman yahudi di Tepi Barat.

Juru bicara Konsulat Jenderal Inggris di Yerusalem mengatakan bahwa mereka "khawatir bahwa pihak militer Israel telah menghalangi masyarakat yang terkena dampak untuk menerima bantuan kemanusiaan."

Juru bicara itu menambahkan: "Kami telah berulang kali menjelaskan kepada pemerintah Israel tentang keprihatinan kami atas penghancuran yang kami pandang menyebabkan penderitaan yang tidak perlu untuk rakyat Palestina, dan berbahaya bagi proses perdamaian karena bertentangan dengan hukum kemanusiaan internasional."

Kordinator Kemanusiaan PBB James Rawley mengatakan pemerintah Israel harus "memenuhi kewajiban mereka untuk melindungi komunitas-komunitas di bawah pendudukan mereka."

Sementara situs berita The Haaretz mengutip Angkatan Bersenjata Israel (IDF) mengatakan bahwa "puluhan warga Palestina, aktivis asing dan diplomat "telah mencoba untuk mendirikan tenda, yang disebut "provokasi."

Juru bicara kementerian luar negeri Israel Paul Hirschson kepada Agence France-Presse bahwa Israel mungkin akan mengajukan komplain terhadap Fesneau-Castaing.

"Jika ia memang berpartisipasi maka keluhan resmi akan diajukan karena bukan begitu cara diplomat berperilaku," katanya.

Bulan lalu Palestina membatalkan rencana pertemuan dengan Israel menyusul tewasnya tiga warga Palestina di Tepi Barat.

Tujuan pembicaraan adalah untuk merundingkan diakhirinya konflik Palestina-Israel berdasarkan apa yang disebut solusi dua negara - negara Palestina berdampingan dengan Israel yang ada.