BBC navigation

Kaesong dibuka lagi

Terbaru  16 September 2013 - 09:34 WIB
kaesong

Meski dibuka kembali, tetapi banyak pebisnis di Kaesong yang tetap mengaku berisiko berbisnis dengan Pyongyang.

Komplek industri Kaesong di Korea Utara kembali dibuka, lima bulan setelah ditutup akibat tensi politik yang meninggi dengan Selatan.

Wartawan BBC melaporkan pembukaan ini ditandai dengan barisan truk dan mobil yang mulai melintasi perbatasan Korea Utara tepat pukul 08:00 waktu setempat.

Lebih dari 800 pekerja Korea Selatan dijadwalkan akan melintasi perbatasan menuju pusat industri bersama ini.

Seoul sebelumnya juga telah mengirimkan juru runding yang akan membicarakan jalan untuk menarik investasi asing dan menjamin stabilitas masa depan.

Zona Kaesong, yang terletak di kawasan Korea Utara, adalah rumah bagi 123 pabrik Korea Selatan yang mempekerjakan lebih dari 50.000 warga Korea Utara.

Lokasi ini merupakan proyek bersama terakhir diantara dua Korea sekaligus sumber pendapatan penting bagi Pyongyang.

Korea Utara memindahkan semua pekerja mereka pada April silam setelah uji coba nuklir ketiga 12 Februari yang memicu ketegangan di Semenanjung Korea dan membawa pada sanksi PBB.

Lima butir kesepakatan

Tak lama kemudian, Korea Selatan dan AS menggelar latihan militer tahunan, yang semakin membuat kemarahan Pyongyang berlanjut.

Dua Korea kemudian menggelar sejumlah pertemuan terkait pembukaan kembali kompleks Kaesong dan akhirnya mencapai Klik kesepakatan bulan lalu.

Di bawah lima butir kesepakatan, kompleks ini akan terbuka bagi investor asing, membuat Korea Utara semakin sulit untuk secara sepihak menutupnya lagi.

Perusahaan Korea Selatan juga akan dibebaskan dari pajak hingga akhir tahun, sebagai bagian dari imbalan kerugian yang didapat saat kompleks ini tutup.

Tetapi sejumlah pengusaha lokal tetap khawatir tentang risiko berbisnis dengan Pyongyang.

"Sejujurnya, saya tetap merasa gugup, karena Anda tidak pernah tahu kapan Utara akan mengubah pikiran mereka di masa depan," kata seorang manajer tekstil kepada kantor berita AFP.

"Siapa yang tahu jika krisis seperti ini tidak akan terjadi lagi?" katanya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.