Politisi AS dukung serangan ke Suriah

  • 4 September 2013
obama
Obama mengatakan serangan militer akan mencegah Assad menggunakan senjata kimia

Presiden Barack Obama mendapat dukungan dari tokoh-tokoh politik penting di Senat AS terkait rencananya untuk melakukan serangan militer ke Suriah.

Obama mengatakan "serangan terbatas" diperlukan untuk melemahkan pertahanan Presiden Bashar al-Assad sebagai respon atas dugaan serangan dengan senjata kimia.

Pimpinan Partai Republik John Boehner dan Eric Cantor mengutarakan dukungan mereka untuk aksi militer.

Kongres diperkirakan akan melakukan pemungutan suara pekan depan.

PBB sebelumnya mengkonfirmasi bahwa lebih dari dua juta warga Suriah kini menjadi pengungsi.

Lebih dari 100.000 orang diduga tewas sejak pemberontakan terhadap Presiden Assad dimulai pada Maret 2011.

'Strategi lebih luas'

john kerry
John Kerry mengatakan, "Rezim Assad melakukan serangan kimia"

Presiden Obama dan Wakil Presiden Joe Biden bertemu Ketua Senat John Boehner, pemimpin Partai Demokrat di Senat Nancy Pelosi dan para pimpinan serta anggota komite keamanan nasional di Washington pada Selasa (03/09).

Boehner mengatakan ia mendukung seruan Obama dan bahwa hanya AS yang memiliki kapasitas untuk menghentikan Presiden Assad.

Boehner mendesak para koleganya di Kongres untuk meniru sikapnya.

Cantor, pemimpin mayoritas Senat juga mengatakan ia mendukung Obama.

Senator Republik dari negara bagian Virginia itu mengatakan, "Suriah di bawah kepemimpinan Assad, adalah negara penyokong terorisme, perwujudan negara radikal, dan sejak lama menjadi ancaman bagi kepentingan Amerika dan para mitranya."

Tidak mau 'berdiam diri'

Obama mengatakan bahwa Assad harus bertanggung jawab atas serangan kimia dan ia yakin Kongres akan mendukungnya.

Ia mengatakan ia mendukung aksi militer yang akan membuat Presiden Assad tidak akan pernah lagi bisa menggunakan senjata kimia "sekarang dan di masa depan."

"Yang kami bayangkan adalah sesuatu yang terbatas. Sesuatu yang proporsional," kata Obama.

"Pada saat yang sama, kami memiliki strategi lebih luas yang memungkinkan kita meningkatkan kemampuan pihak oposisi."

Selasa malam, Menteri Luar Negeri John Kerry, Menteri Pertahanan Chuck Hagel dan pejabat tinggi militer AS, Jend. Martin Dempsey, hadir di Komite Senat untuk Hubungan Luar Negeri.

Kerry mengatakan kepada panel bahwa para sekutu AS seperti Israel dan Yordania "hanya satu desah nafas saja" dari kemungkinan menjadi korban dari serangan senjata kimia, dan bahwa sikap diam AS hanya akan memperkuat presiden Suriah.

"Ini bukan saatnya untuk duduk berdiam diri," kata Kerry. "Ini bukan saatnya untuk menjadi penonton sebuah pembantaian. Negara kita mau pun kesadaran kita tidak dapat menanggung ongkos dari sikap berdiam diri."