Rencana 'serangan' di Terusan Suez digagalkan

  • 1 September 2013
Terusan Suez Mesir
Terusan Suez di Mesir merupakan jalur pelayaran penting untuk perdagangan dunia.

Otoritas Mesir menyatakan sebuah rencana untuk menyerang sebuah kapal kontener dengan tujuan mengacaukan jadwal perjalanan kapal laut di jalur pelayaran Terusan Suez telah diungkap.

Otoritas jasa Terusan tersebut Mohab Mamish mengatakan "unsur teroris" menggunakan sebuah kapal berbendera Panama sebagai sasaran serangan Sabtu (31/08) namun rencana itu gagal.

Muncul laporan terjadi dua kali ledakan namun rincian peristiwanya belum jelas.

Serangan sebelumnya beberapa kali menyasar kawasan Gurun Sinai sejak pemerintahan yang dikuasai Presiden Mohammed Morsi dilengserkan dari kekuasaan.

Menurut sejumlah laporan yang belum dikonfirmasi kebenarannya dua ledakan terjadi sekitar pukul 12:30 GMT saat kapal yang disasar, Cosco Asia, melewati perairan setempat.

"Situasinya diatasi dengan tegas oleh pasukan keamanan," kata Laksamana Mamish melalui sebuah pernyataan.

Terusan Suez ini - membentang antara Port Said dan Suez - merupakan jalur pelayaran vital dalam peta perdagangan dunia antara Laut Merah dan Laut Mediterania.

'Militan ditahan'

Belum jelas apakah serangan ini terkait dengan masih terus berlanjutnya aksi protes dari kelompok Ikhwanul Muslimin terhadap pendongkelan kekuasaan oleh militer pada 3 Juli yang menurunkan Presiden Morsi dari jabatannya.

Ratusan pendukung pro-Morsi tewas ditembak dalam bentrokan terakhir dengan militer dan lima lagi warga sipil terbunuh pada bentrok hari Jumat (30/08) antara kubu penentang dan pendukung Morsi.

Kekacauan merembet ke Semenanjung Sinai, dimana sekelompok milisi Islamis dituduh melontarkan serangan terhadap pasukan militer negara itu.

Dua polisi terbunuh dalam serangan yang terpisah Jumat lalu, kata Kementrian Dalam Negeri setempat.

Tetapi dalam perkembangan terpisah Kantor Berita Associated Press, Sabtu kemarin melaporkan seorang pimpinan militan ditangkap di Sinai. Ia dituduh terlibat penyerangan pekan lalu yang mengakibatkan 25 polisi yang sedang tak bertugas tewas ditembak.

Kelompok ini diduga terkait dengan al-Qaeda.

Berita terkait