Kedutaan Inggris kembali dibuka di Yaman

  • 18 Agustus 2013
yemen
Ratusan warga Inggris di Yaman bekerja di kedutaan, organisasi PBB dan perusahan minyak.

Inggris kembali akan mengoperasikan kedutaan besarnya "secara normal" di ibukota Yaman, Saana, pada hari ini (18/08) setelah sebelumnya menarik semua staf karena "meningkatnya masalah keamanan" di negeri itu.

Duta besar Inggris untuk Yaman, Jane Marriott, dalam akun twitternya menyampaikan permohonan maaf atas "kevakuman dalam waktu singkat" sebelumnya.

Awal bulan ini, semua staf kedutaan Inggris yang berbasis di Sanaa dipulangkan dan kedutaan besar Inggris ditutup menyusul serangkaian pesan dari kepala kelompok al-Qaeda tentang adanya ancaman terhadap beberapa kedutaan besar.

Pada saat itu, Amerika Serikat juga menutup seluruh kedutaan besarnya di Ttimur Tengah dan Afrika Utara.

Sebuah peringatan tentang adanya teror terungkap setelah sebuah rencana rahasia yang dibahas kepala al-Qaeda Ayman al-Zawahiri dan Nasser al-Wuhayshi diketahui oleh pejabat intelijen AS.

Langkah-langkah keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dilakukan di Sanaa dimana ratusan kendaraan lapis baja dikerahkan.

Pada saat itu, menurut wartawan BBC di Sanaa, Abdullah Ghorab, sumber keamanan telah membenarkan bahwa badan intelijen Yaman menemukan puluhan anggota Al-Qaeda tiba di kota itu beberapa hari sebelumnya dan bersiap untuk melakukan serangan besar.

Sumber itu mengatakan mereka akan melakukan serangan bunuh diri dan serangan bom dengan sasaran misi diplomatik negara Barat dan markas militer Yaman.

Yaman adalah basis al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), yang baru-baru ini mengalami serangkaian kemunduran setelah militer negara itu melancarkan serangan pada bulan Juni dengan bantuan pasukan AS.

Departemen Luar Negeri Inggris menyatakan tidak menyarankan perjalanan ke seluruh negara ini.

Berita terkait