BBC navigation

Kecelakaan kapal di Filipina tewaskan puluhan penumpang

Terbaru  17 Agustus 2013 - 08:58 WIB
korban

Lebih dari 570 berhasil diselamatkan tapi masih ada ratusan lainnya yang hilang.

Sedikitnya 24 orang tewas dan lebih dari 280 hilang setelah sebuah kapal feri tenggelam pasca tabrakan dengan kapal kargo di Filipina.

Kapal MV Thomas Aquinas, tengah membawa 692 penumpang saat bertabrakan dengan kapal kargo Jumat malam dekat pusat kota Cebu, Filipina, demikian pernyataan pejabat setempat.

Kapal angkatan laut dan penjaga pantai dibantu perahu nelayan dilaporkan sejauh ini berhasil menyelamatkan lebih dari 570 orang.

Insiden terjadi sekitar 2km lepas pantai saat kapal tengah berlayar dari Nasipit di provinsi Agusan del Sur menuju pelabuhan Cebu, kota terbesar kedua di Filipina.

"Tabrakannya sangat kencang," kata Rachel Capuno, seorang juru bicara pemilik kapal feri kepada radio setempat.

Kantor berita AFP melaporkan, kapal feri tenggelam 30 menit setelah tabrakan.

Korban selamat mengatakan ratusan penumpang langsung lompat ke laut saat feri mulai tenggelam. Awak kapal juga terlihat memberikan jaket pelampung.

Pencarian korban

Banyak penumpang dalam keadaan tertidur dan yang lainnya berjuang untuk mencari jalan keluar di dalam kegelapan.

Salah seorang yang selamat, Jerwin Agudong, mengatakan dia dan penumpang lainnya melompat ke laut di depan kapal kargo.

"Sepertinya banyak orang tidak bisa keluar," kata Agudong kepada radio DZBB. "Saya kasihan dengan anak-anak. Kami melihat banyak jenazah, dan beberapa diselamatkan."

"Mereka menggunakan lampu sorot untuk mencari korban di perairan, tetapi masih ada kemungkinan terlewati. Tim penyelamat mencoba mencari mereka semua," kata Joy Villagas, seorang petugas penjaga pantai di Manila kepada AFP.

Villagas mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab tabrakan.

Komandan penjaga pantai Cebu Weniel Azcuna kepada wartawan mengatakan kapal kargo, Sulpicio Express 7, memiliki 36 awak kapal tidak turut tenggelam dalam insiden ini.

Kecelakaan maritim sering terjadi di kepulauan Filipina yang disebabkan oleh cuaca buruk tropis, kapal yang minim perawatan dan lemahnya penegakan hukum.

Kecelakaan maritim terburuk di Filipina berlangsung Desember 1987 silam, saat itu lebih dari 4.000 orang tewas saat feri Dona Paz bertabrakan dengan sebuah kapal tangki.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.