Rencana partai baru di negara komunis Vietnam

  • 16 Agustus 2013
Vietnam
Konstitusi Vietnam menjamin Partai Komunis sebagai pemegang kekuasaan.

Sekelompok pegiat di Vietnam mengumumkan rencana mereka membentuk partai baru untuk mempromosikan demokrasi multipartai.

Para pegiat antara lain termasuk para anggota organisasi pendukung Partai Komunis, yang berdasarkan konstitusi merupakan satu-satunya kekuatan politik di negara tersebut.

Pemerintah Komunis Vietnam biasanya tidak memberi ruang untuk suara yang berbeda dengan garis partai dan dalam beberapa bulan belakangan sekitar 40 penulis blog dijatuhi hukuman penjara.

Wartawan BBC untuk kawasan Asia Tenggara di Bangkok, Jonathan Head, melaporkan bahwa sekedar mempertanyakan keputusan yang diambil Partai Komunis bisa ditangkap.

Hal itu membuat langkah pembentukan partai politik baru cukup mengejutkan walau keterlibatan dua anggota senior Barisan Tanah Air -organisasi yang didukung Komunis- mungkin akan memberi sedikit perlindungan.

Bagaimanapun masih belum ada ancaman atas kekuasaan politik Partai Komunis karena partai baru masih berupa sebuah rencana.

Ho Cho Minh
Mahasiswa yang belajar Marxisme-Leninisme dan ideologi Ho Chi Minh bebas uang kuliah.

Jika memang Partai Sosialis Demokrat kelak terbentuk, masih belum bisa diduga seberapa besar ruang geraknya dan berapa lama pula akan bertahan.

Upaya reformasi

Deklarasi tentang rencana pendirian Partai Sosialis Demokrat yang baru ini dilakukan setelah perdebatan yang tidak biasa selama berbulan-bulan tentang sistem politik.

Perdebatan itu dipicu oleh langkah Partai Komunis meminta masukan dari masyarakat untuk rencana reformasi atas konsitusinya.

Sekelompok akademisi menanggapi dengan menyusun petisi yang menyerukan demokrasi sistem milti partai dan sudah ditandatangani ribuan orang.

Kepercayaan masyarakat atas kepemimpinan Partai Komunis di Vietnam merosot belakangan ini, antara lain karena ketidakmampuan dalam mengelola ekonomi dan juga persaingan antarfaksi di dalam partai.

Selain itu ada kekhwatiran semakin berkurangnya minat atas komunisme.

Hari Rabu (14/08) pemerintah Vietnam memutuskan mahasiswa yang belajar Marxisme-Leninisme dan ideologi Ho Chi Minh tidak perlu membayar uang kuliah sebagai upaya meningkatkan minat mahasiswa agar mau belajar mata kuliah yang tidak populer itu.

Berita terkait