Ikhwanul Muslimin serukan protes lanjutan

  • 14 Agustus 2013
mesir
Pendukung Mursi bertekad akan tetap bertahan di Lapangan Nahda.

Kelompok Ikhwanul Muslimin mendesak para pendukungnya untuk tetap turun ke jalan-jalan di Mesir setelah kamp pengunjuk rasa dibubarkan polisi.

Ribuan orang dilaporkan sudah berkumpul di luar sebuah masjid di sebelah barat Kairo dan satu mobil polisi dibakar di tempat itu.

Sejumlah jalan utama sudah ditutup, baik oleh para pendukung Presiden Mohamed Morsi yang digulingkan maupun oleh aparat keamanan.

Di kota terbesar kedua Mesir, Alexandria, para pengikut Ikhwanul Muslimin, juga menutup sejumlah jalanan.

Aksi unjuk rasa juga terjadi di Giza dan Aswan.

Mereka menuntut agar Morsi, yang digulingkan militer pada 3 Juli lalu, dikembalikan ke jabatan presiden Mesir.

Awal pekan ini pemerintah Mesir sudah menegaskan bahwa unjuk rasa para pendukung Presiden Mohammed Morsi harus segera berakhir agar tidak mengganggu proses penyelesaian melalui dialog.

Berbagai versi korban

Mesir
Kementerian Dalam Negeri Mesir membantah menggunakan peluru tajam.

Sementara itu kendaraan lapis baja sudah memasuki kamp pengunjuk rasa di dekat Masjid Rabaa al-Adawiya di Kairo dalam upaya membubarkan aksi unjuk rasa yang marak sejak militer menggulingkan Morsi.

Wartawan BBC yang meliput di luar masijd melaporkan peluru tajam digunakan oleh aparat keamanan selain gas air mata dan asap hitam mengepul dengan helikopter berkeliling di atas tempat itu.

Terdapat berbagai informasi yang berbeda tentang jumlah korban jiwa.

Ikhwanul Muslimin mengatakan jatuh ratusan korban jiwa dalam operasi keamanan tersebut namun Kementerian Kesehatan mengatakan tujuh orang tewas dan beberapa sumber lain menyebutkan korban jiwa sekitar 40-an.

Kementerian Dalam Negeri sudah mengeluarkan pernyataan yang membantah korban jiwa disebabkan oleh aparat keamanan yang menggunakan peluru tajam.

"Aparat keamanan hanya menggunakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa walau mendapat tembakan intensif dari elemen berasenjata di dua kamp pengunjuk rasa, menyebabkan tewasnya seorang personil dan seoarang wajib militer serta cederanya empat polisi dan dua wajib militer," tulis pernyataan itu.

Pihak berwenang juga mengatakan lokasi kamp pengunjuk rasa lain di Lapangan Al Nahda sudah berhasil dibersihkan.

peta unjuk rasa
peta demo kairo

Berita terkait