Keamanan Yaman siaga tinggi

  • 7 Agustus 2013
pasukan keamanan Yaman
Militer Yaman membuat pos-pos pemeriksaan di kota Sanaa.

Pasukan Keamanan Yaman berada dalam siaga tinggi ditengah kekhawatiran terhadap ancaman serangan kelompok jaringan al-Qaeda di negara itu.

Kendaraan militer berat seperti tank dan pasukan militer telah disiagakan menjaga sejumlah kantor kedutaan asing, pejabat pemerintah dan bandara di kota Sanaa.

Amerika Serikat telah menutup 20 kedutaannya di seluruh dunia pada hari Minggu (04/08) lalu termasuk di Yaman.

Sementara Inggris telah menarik staf diplomatiknya dan meminta warganya untuk meninggalkan Yaman.

Langkah pengamanan ekstra diambil karena tersadapnya pembicaraan antara dua tokoh al-Qaida, termasuk pemimpin utamanya, Ayman al-Zawahiri, seperti dilaporkan sejumlah media Amerika Serikat.

Pemerintah Yaman telah mengkritik langkah yang dilakukan oleh Inggris dan AS, mereka mengatakan langkah itu seperti memenuhi keinginan kelompok ekstrimis.

Wartawan BBC di Sanaa, Abdullah Ghorab, mengatakan pengerahan ratusan pasukan keamanan dan kendaraan militer merupakan langkah pengamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota itu.

Basis AQAP

Yaman dikenal sebagai negara yang menjadi basis kelompok Al-Qaeda Semenanjung Arab, AQAP yang belakangan kekuataannya mulai melemah setelah militer negara itu dibantu AS melakukan serangkaian serangan pada bulan Juni lalu ke kubu kelompok tersebut.

Aksi ancaman terhadap sejumlah kepentingan AS dan sekutunya di Yaman diduga sebagai aksi balas dendam terhadap serangan tersebut.

Pejabat Yaman yang dikutip dari kantor berita AP mengatakan mereka percaya motif ancaman terakhir ini terkait dengan terbunuhnya tokoh senior AQAP, Said al-Shihri.

Al-Shihri tewas setelah sempat menjalani perawatan akibat menjadi sasaran tembak pesawat tanpa awak milik AS pada bulan November lalu.

Pentagon mengatakan pesawat Angkatan Udara AS telah mulai menerbangkan pekerja mereka di Sanaa pada hari Selasa (06/08).

Sedangkan pemerintah Inggris dalam pernyataannya mengatakan mereka menarik staf diplomatiknya dari negara itu karena asalan keamanan.

"Kedutaan akan tutup hingga staf kami bisa kembali bekerja," bunyi pernyataan Kedutaan Inggris di Yaman.

Langkah serupa juga diambil oleh sejumlah negara Eropa yang menutup sementara kegiatan kedutaannya.

Berita terkait