Mesir anggap upaya mediasi telah gagal

  • 7 Agustus 2013
Mohammed Morsi
Pendukung Morsi mendesak militer tetapkan kembali Morsi sebagai presiden.

Pejabat di kantor kepresidenan Mesir mengatakan upaya asing mengatasi krisis politik telah gagal.

Pernyataan yang dikeluarkan kantor Presiden Adly Mansour menyebutkan, "Upaya-upaya (mediasi) gagal membuahkan hasil yang diharapkan."

Ditambahkan pula bahwa kegagalan ini semata-mata disebabkan oleh Ikhwanul Muslimin.

Ikhwanul Muslimin, menurut pernyataan ini, juga bertanggung jawab atas berbagai insiden pelanggaran hukum, termasuk mengancam keamanan masyarakat.

Pemerintah sementara berulang kali meminta pendukung Ikhwanul Muslimin mengakhiri aksi protes mereka.

Para diplomat khawatir aparat keamanan menggunakan kekuatan dan memaksa mereka untuk bubar.

Dalam beberapa hari ini, utusan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara Arab menemui pejabat-pejabat senior Mesir, untuk mencari jalan keluar sengketa antara pemerintah dan pendukung Ikhwanul Muslimin.

Eropa lanjutkan mediasi

Kelompok ini mendesak Mohammed Morsi kembali ditetapkan sebagai presiden. Morsi sendiri hingga saat ini ditahan militer, di lokasi yang dirahasiakan, sejak digulingkan awal bulan lalu.

Pada hari Selasa (06/08) Senator Amerika dari Partai Republik, John McCain dan Lindsay Graham mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Mesir dan mendesak pembebasan semua tahanan politik.

Keduanya juga mengusulkan perundiangan antara pemerintah Mesir dan kelompok Ikhwanul Muslimin.

Krisis politik yang dipicu penggulingan Morsi dari kursi presiden sejauh ini telah menewaskan lebih 250 orang.

Meski pemerintah Mesir sudah mengatakan upaya mediasi gagal, juru bicara Uni Eropa, Michael Mann, mengatakan upaya tersebut akan dilanjutkan.

"Kami akan terus berusaha sekuat tenaga mendorong terwujudnya dialog yang inklusif," kata Mann.

"Sangat penting untuk melihat kembalinya transisi demokrasi di Mesir. Kami akan melanjutkan upaya kami," tambahnya.

Berita terkait