PLTN Fukushima hadapi situasi darurat

  • 5 Agustus 2013
PLTN Fukushima
Air tanah masuk ke reaktor PLTN dan tercemar dengan radioaktif.

Regulator nuklir di Jepang mengatakan Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima yang lumpuh menghadapi masalah baru yang disebabkan oleh makin besarnya air tanah yang tercemar radioaktif.

Mereka memperingatkan bila jalan keluar tidak bisa ditemukan dalam waktu tiga pekan, maka air tercemar tersebut akan mulai mengalir ke Samudra Pasifik.

Wartawan BBC di Tokyo, Rupert Wingfield Hayes, mengatakan masalah ini sudah muncul dalam beberapa bulan terakhir namun sepertinya operator PLTN, Tokyo Electric Power Co (TEPCO), tidak tahu apa yang mestinya harus dilakukan.

"Air tanah masuk ke reaktor-reaktor yang rusak dan di sini air tersebut tercemar radiasi. Air yang tercemar kemudian mengalir ke Lautan Pasifik," kata Wingfield Hayes.

Kepala badan regulasi nuklir Jepang, Shinji Kinjo, kepada kantor berita Reuters menyesalkan lambannya operator mengatasi persoalan ini.

Situasi darurat

Kinjo mengatakan TEPCO tak bisa menyelesaikan persoalan ini sendirian.

"Itulah sebabnya saat ini kita menghadapi situasi darurat," kata Kinjo.

Para teknisi sudah membangun pembatas bawah tanah untuk mencegah air tersebut masuk ke ruang bawah reaktor-reaktor yang rusak.

Namun ketinggian air yang tercemar di sekitar PLTN meningkat dengan cepat dan diperkirakan akan mencapai permukaan dalam beberapa pekan mendatang.

Pemerintah Jepang meminta operator PLTN, Tokyo Electric Power Co (TEPCO), mengambil tindakan.

Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah adalah dengan memompa air keluar dari sekitar reaktor dan kemudian ditampung atau disimpan di tempat yang aman.

Saat ini lebih dari 1.000 tangki penyimpanan sudah memenuhi kompleks PLTN Fukushima dan hampir semua tangki telah terisi.

PLTN Fukushima rusak parah menyusul gempa bumi dan tsunami pada 2011.