Honduras perketat penjagaan penjara

  • 4 Agustus 2013
honduras
Kerusuhan yang memakan korban jiwa di dalam penjara bukan yang pertama terjadi di Honduras.

Honduras mengirimkan pasukan tentara untuk mengontrol penjara utama di dekat ibukota Tegucigalpa, setelah kerusuhan yang membunuh tiga orang narapidana.

Tiga petugas keamanan ikut terluka dalam bentrokan tersebut, kata petugas setempat.

Pemerintah mengatakan langkah itu ditujukan untuk mengakhiri "pemerintahan penjahat dalam sistem penjara kita," kata Presiden Porfirio Lobo.

Sebelumnya beredar laporan yang mengatakan pemerintah telah menyerah dalam merehabilitasi para kriminal dan membiarkan penjara dikendalikan oleh narapidana.

Inter-Amerika Komisi Hak Asasi Manusia Inter-Amerika mengatakan penjara negara ini memprihatinkan, penuh sesak, dan korup.

Angka pemerintah menunjukkan lebih dari 12.000 orang di Honduras saat ini di penjara yang dibangun hanya untuk 8.000 narapidana.

Juru bicara polisi mengatakan kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Nasional setelah pertempuran antara anggota geng dan tahanan lainnya.

Penjara yang terletak di utara Tegucigalpa ini ditinggali oleh 3.300 narapidana.

Setelah bentrokan itu, pihak berwenang menemukan granat tangan dan senjata api di dalam penjara.

Sebuah lembaga Hak Asasi Manusia yang berpusat di Washington, Amerika Serikat melaporkan mayoritas penjara di Honduras tidak punya cukup sipir, dan tidak terorganisasi.

Lembaga ini juga mengkritik respon pemerintah dalam mengatasi kebakaran di sebuah penjara yang mematikan 360 narapidana pada Februari 2012 lalu.

Berita terkait