Rouhani sebut Israel sebagai penyakit lama

  • 2 Agustus 2013
Hassan Rouhani
Hassan Rouhani menang dalam pemilihan Juni setelah meraih suara lebih dari 50%.

Presiden Iran terpilih, Hassan Rouhani, menyebut Israel sebagai penyakit lama yang harus disingkirkan dari tubuh dunia Islam.

Rouhani yang akan diambil sumpahnya Minggu 4 Agustus, menyampaikan hal tersebut dalam pawai tahunan pro-Palestina yang berlangsung di Teheran, yang juga disebut sebagai Hari Quds.

"Di kawasan kita, dunia Islam memiliki penyakit dari masa lalu. Penyakit itu harus dicabut. Rezim Zionis menduduki Palestina dan Quds dan melanjutkannya penindasannya," seperti dilaporkan kantor berita semipemerintah Iran, ISNA.

"Kenyataannya Hari Quds adalah hari bagi kaum Islam untuk memperlihatkan bahwa mereka tidak melupakan hak sejarahnya. Mereka tidak akan pernah melupakan ini dan akan selalu melawan penindasan dan pelanggaran," tambahnya.

Komentarnya itu menggemakan pendapat pendahulunya, Mahmoud Ahmadinejad, yang mundur setelah menjabat presiden selama delapan tahun.

Reaksi Israel

Rouhani juga mengungkapkan keraguan atas kemungkinan kesepakatan damai Israel-Palestina walau kedua pihak sudah melakukan perundingan kembali awal pekan ini di Washington setelah sempat terhenti sejak tahun 2010.

"Israeli memperlihatkan wajah yang kompromis kepada dunia namun dalam praktiknya mereka tetap meneruskan ekspansionisme," tutur Rouhani.

Tak lama setelah komentar Rouhani tersebar luas lewat media, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memberikan tanggapan dengan mengatakan Rouhani sudah memperlihatkan wajah aslinya.

"Wajah sebenarnya dari Rouhani sudah terungkap lebih cepat dari yang diperkirakan. Inilah yang dipikirkan pria tersebut dan begitulah rencana aksi rezim Iran," tuturnya seperti dikutip kantor berita Reuters.

Rouhani meraih kemenangan dalam pemilihan presiden, Jumat 14 Juni dengan lebih dari 50% suara. Kampanyenya didasarkan pada sikap yang lebih moderat dan interaksi lebih besar dengan dunia internasional.

Berita terkait