Pendukung Morsi menolak bubarkan diri

  • 1 Agustus 2013
Aksi pendukung Morsi
Pendukung Morsi mendesak Morsi kembali diangkat sebagai presiden.

Para pendukung presiden Mesir yang digulingkan, Mohammed Morsi, menolak seruan Kementerian Dalam Negeri untuk mengaksi aksi di dua lapangan di Kairo.

Juru bicara kelompok pendukung Morsi, Alaa Mostafa, mengatakan aksi demonstrasi ini akan dilanjutkan.

Saqr, pendukung Morsi yang melakukan aksi di kamp Rabaa al-Adawiya di Kairo timur laut, mengatakan ia dan para pendukung Morsi lainnya terus akan berdemonstrasi sampai Morsi kembali diangkat sebagai presiden.

"Kami siap, siap mati untuk memperjuangkan legitimasi (Morsi). Serangan (terhadap kami) bisa terjadi kapan saja," ujar Saqr kepada kantor berita Reuters.

Di dekatnya terdapat tumpukan batu yang ia katakan akan digunakan kalau ada yang membubarkan aksi ini.

Morsi, presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis, digulingkan militer bulan lalu.

Ancaman keamanan

Aksi serupa beberapa waktu lalu diwarnai tindakan kekerasan yang menyebabkan lebih 70 pendukung Morsi meninggal dunia.

Sebelumnya Kementerian Dalam Negeri meminta aksi ini diakhiri, menawari mereka jalan keluar yang aman, dan janji untuk tidak diajukan ke pengadilan.

Pada hari Rabu pemerintah dukungan militer mengizinkan polisi membubarkan aksi para pendukung Morsi.

Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy, mengatakan pemerintah tengah berupaya mencari solusi damai atas krisis politik yang terjadi di negranya.

"Di luar itu kami tak bisa menerima ancaman terhadap keamanan. Selain itu kami juga terikat dengan peta jalan, yang masih membuka kemungkinan semua elemen di Mesir untuk ikut serta," kata Fahmy seusai bertemu mitranya dari Jerman.

Amerika Serikat sudah mendesak Mesir untuk menghormati hak rakyat menyampaikan pendapat, termasuk hak melakukan aksi melaklukan aksi secara damai.