BBC navigation

Aksi penyanderaan tewaskan enam orang di AS

Terbaru  28 Juli 2013 - 16:05 WIB
penembakan miami

Polisi masih menyelidiki motif pelaku yang melakukan penyanderaan dan penembakan sejumlah warga di Miami.

Petugas mengatakan seorang pria bersenjata yang melakukan penyanderaan di Miami, Florida telah membunuh enam orang sebelum akhirnya ditembak mati oleh polisi.

Dalam upaya pembebasan sandera pada persitiwa ini, dua sandera berhasil dibebaskan tanpa mengalami luka.

Polisi dalam penjelasannya mengatakan lima orang yang tewas ditemukan berada di dalam komplek bangunan tempat aksi penyanderaan berlangsung.

Semantara satu orang lagi tewas saat tengah berjalan menyeberang di jalan yang ada di luar komplek itu.

Polisi mendapat panggilan ke lokasi itu setelah sebelumnya sempat terdengar adanya tembakan pada hari Jumat (26/07), pada sore harinya.

Mereka mengatakan pria bersenjata yang diketahui bernama Pedro Vargas (43) sempat membakar apartemennya.

Ketika pengelola gedung apartemen dan istrinya mencoba mendatangi apartemen Vargas, pria itu langsung menembak keduanya hingga tewas.

Motif belum jelas

Putri pasangan tersebut dalam keterangannya mengatakan dia sempat mendengar tembakan sebanyak 15 hingga 20 kali.

"Tetangga-tetangga saya berteriak saat orang tua saya ditembak. Saya mengira sempat ada pertengkaran dan orang ini kemudian menembak kedua orang tua saya," kata Shamira Piscotti.

Polisi mengatakan Vargas kemudian membunuh seorang pria yang tengah berjalan di jalan dan tiga keluarga yang tinggal di lantai bawah.

Dia kemudian juga sempat berupaya membuat penghalang di flatnya dan menyandera dua orang.

Media lokal mengatakan polisi melakukan negosiasi selama delapan jam untuk mengakhiri aksi Vargas.

"Mereka telah membuat keputusan untuk masuk ke sana dan menyelamatkan para sandera," kata Sersan Eddie Rodriguez kepada Associated Press.

Polisi menemukan pistol kaliber 9mm di lokasi kejadian namun sejauh ini mereka masih belum menemukan motif penembakan serta masih melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap persitiwa itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.