Tokoh oposisi Tunisia ditembak mati

  • 25 Juli 2013
Bendera Tunisia
Pembunuhan Mohamed Brahmi merupakan pembunuhan politisi kedua dalam setahun.

Seorang pemimpin oposisi Tunisia, Mohamed Brahmi, ditembak mati di luar rumahnya di ibukota Tunis.

Brahmi yang memimpin Partai Gerakan Rakyat merupakan anggota Majelis Nasional, yang sedang merancang konsitusi Tunisia yang baru. Masih belum jelas siapa yang berada di balik penembakan tersebut.

"Mohamed Brahmi ditembak mati di luar rumahnya di Ariana," seperti dilaporkan stasiun TV dan kantor berita milik pemerintah TAP.

Ditambahkan bahwa beberapa pria bersenjata menembak Brahmi di depan istri dan anknya pada Kamis 25 Juli pagi waktu setempat.

Pembunuhan ini terjadi enam bulan setelah pembunuhan tokoh oposisi penting Tunisia, Chokri Belaid, awal Februari tahun ini.

Kematian Belaid memicu unjuk rasa meluas dan krisis politik yang dituding diakibatkan partai pemerintah yang beraliran Islam, Partai Ennahda, tidak cukup bertindak untuk mencegah berkembangnya kekerasan politik.

Unjuk rasa yang meluas itu mendorong pembentukan pemerintah baru Tunisia, yang terdiri dari kelompok teknokrat nonpartisan sampai pemilihan umum berlangsung.

Pengaruh politik Brahmi tidak sebesar Belaid, namun dia merupakan politisi beraliran kiri yang sering mengkritik pemerintah pimpinan Partai Ennahda.